SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bolehkah Menagih Hutang?Bagaimana Bila Dia Adalah Orang Yang Susah Membayar Hutang?


Akhwat (Jakarta)
7 years ago

Assalamualaikum,

Barokallahu fiykum..
Ustadz mau tanya apa hukumnya jika kita menagih hutang boleh atau tidak? karena terkadang ada rasa tidak enak untuk menagih dan ada org yang agak sulit untuk ditagih. Kita niat meminjamkan untuk membantunya tetapi terkadang org bermacam-macam sifatnya yang akhirnya klo tidak ditagih tidak membayar akhirnya ada rasa tidak enak jika bertemu. jadi sebaiknya bagaimana apakah tetap diberikan saat meminjam lagi padahal kita sebenernya sadar dia masih punya hutang.
Mohon masukkannya, syukron ustadz
Jazakallahu khoir

wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuhu
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Dibolehkan menagih hutang dari orang yang berhutang, apalagi bila orang yang berhutang adalah termasuk orang yang suka menunda-nunda pembayaran hutang padahal ia memiliki dana untuk membayar.

Apabila orang yang berhutang sedang dalam kesusahan sehingga belum mampu untuk melunasi hutangnya maka seharusnya ia diberi tempo. Allah ta'ala berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 280:

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Apabila orang yang berhutang kepada Anda masih memiliki hutang yang belum terbayar, dan ia termasuk orang yang susah melunasi hutangnya meski memiliki uang untuk membayar maka tidak apa tidak menghutanginya sebab hukum asal menghutangi adalah dianjurkan dan bukannya suatu yang diwajibkan. As-Sarkhasi menerangkan: Dan meminjami hukumnya adalah dianjurkan. Al-Mabsuth 14/36

Ibnu Quddamah menerangkan:
Hutang hukumnya dianjurkan bagi orang yang menghutangi dan dibolehkan bagi orang yang berhutang. Al-Mughni 4/236

Diantara dalil yang menunjukkan dianjurkannya memberikan hutang adalah hadits:

عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ»

Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Qur'an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barang siapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak meninggikannya di sisi Allah ta'ala. HR.Muslim no.2699 dan yang lainnya.

Apabila orang yang berhutang lagi tersebut adalah orang yang membutuhkan, akan tetapi ia pelupa (sehingga ia tidak membayar hutang kecuali bila ditagih), dan karena sifat lupanya itu dia akhirnya berhutang lagi meski belum melunasi hutang sebelumnya maka silahkan diingatkan dengan hutang sebelumnya dengan tetap memberinya pinjaman.

Terkait rasa tidak nyaman yang muncul ketika menagih dan rasa takut akan retaknya hubungan pertemanan atau yang lainnya setelah penagihan dilakukan maka itu insya Allah bisa diminimalisir bila kata-kata yang digunakan saat menagih adalah kata-kata yang santun dan bijak

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com