SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bisakah Orang Yang Mendapat Jatah Neraka Memasuki Surga


Ikhwan (kemuning, sumowono, semarang)
7 years ago

assalamualaikum ustad.saya mau tanya. apakah seseorang yang tadinya mendapat jatah ke neraka bisa masuk ke surga? kalau tidak apakah ada dalilnya? kalau bisa apa dalilnya dan bagaimana prosesnya?
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Setiap penduduk surga sebenarnya sudah di siapkan untuknya tempat duduk di neraka, akan tetapi Allah ta'ala memberinya karunia dan menyelamatkannya dari neraka sehingga ia tidak jadi menempati tempatnya di neraka tersebut. Setiap penduduk neraka sebenarnya sudah di siapkan untuknya tempat duduk di surga, akan tetapi karena perbuatannya yang buruk sehingga ia tidak jadi menempati tempatnya di surga tersebut. Dalam hadits disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " كُلُّ أَهْلِ النَّارِ يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: لَوْ أَنَّ اللهَ هَدَانِي. فَيَكُونُ عَلَيْهِ حَسْرَةً " قَالَ: " وَكُلُّ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ، فَيَقُولُ: لَوْلَا أَنَّ اللهَ هَدَانِي. قَالَ: فَيَكُونُ لَهُ شُكْرًا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap ahli neraka melihat tempat duduknya di surga lalu ia berkata; 'Seandainya Allah memberiku hidayah, ' maka mereka merasa rugi." beliau bersabda: "Dan setiap ahli surga melihat tempat duduknya di neraka ia berkata; 'Seandainya Allah tidak memberiku petunjuk.'" beliau bersabda: "Lalu iapun bersyukur."HR. Ahmad 16/382 no. 10652 dan diriwayatkan oleh yang lainnya. Dihasankan oleh al-Albani di silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 5/54 dan Shahih al-Jami' ash-Shaghir 2/831

Apabila maksud dari penanya dengan kata mendapat jatah di sini adalah ditakdirkan maka orang yang sudah ditakdirkan oleh Allah ta'ala untuk memasuki surga maka ia pasti akan memasuki surga, dan apabila seseorang sudah ditakdirkan oleh Allah ta'ala memasuki neraka maka ia pasti akan memasuki neraka kecuali jika Allah berkehendak lain. Dalam salah satu hadits disebutkan:

سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ، سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوقُ: " أَنَّ خَلْقَ أَحَدِكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَهُ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَهُ، ثُمَّ يُبْعَثُ إِلَيْهِ المَلَكُ فَيُؤْذَنُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، فَيَكْتُبُ: رِزْقَهُ، وَأَجَلَهُ، وَعَمَلَهُ، وَشَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى لاَ يَكُونُ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُ النَّارَ، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ، فَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Aku mendengar Zaid bin Wahb aku mendengar 'Abdullah bin Mas'ud radliyallahu'anhu, telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, yang beliau adalah seorang yang jujur menyampaikan, dan berita yang disampaikan kepadanya adalah benar, bahwa penciptaan salah seorang diantara kalian dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari, atau empat puluh malam, kemudian menjadi segumpal darah dalam empat puluh hari berikutnya, kemudian menjadi segumpal daging dalam empat puluh hari berikutnya, kemudian Allah mengutus malaikat kepadanya dan memerintahkan untuk menetapkan empat kalimat (empat hal); tentang rejekinya, ajalnya, amalnya, sengsara ataukah bahagia. Kemudian ditiupkanlah ruh padanya, sungguh ada salah seorang diantara kalian yang melakukan amalan-amalan penghuni surga hingga tak ada jarak antara dia dan surga selain sehasta, namun kemudian takdir telah mendahului dia, lantas ia pun melakukan amalan penghuni neraka dan akhirnya masuk neraka. Dan sungguh ada salah seorang diantara kalian yang melakukan amalan penghuni neraka, hingga tak ada jarak antara dia dan neraka selain sehasta, namun kemudian takdir mendahuluinya, lantas ia pun mengamalkan amalan penghuni surga sehingga ia memasukinya."HR. Bukhari no.7454 dan Muslim no.2643

Meski demikian bukan berarti kita tidak perlu berupaya dan berusaha untuk menghimpun pundi-puni kebaikan dan amal shaleh selama hidup. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

،«مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ الجَنَّةِ، وَمَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ» ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نَتَّكِلُ؟ فَقَالَ: «اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ»

"Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali tempat duduknya dari surga atau dari neraka telah ditulis." Para sahabat pun bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau sebaiknya kita hanya bertawakkal saja?" beliau menjawab: "Beramallah kalian, sebab setiap orang akan dimudahkan."

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com