SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Membunuh Anjing Yang Dibiarkan Oleh Pemiliknya?Apakah Kotoran Anjing Sama Dengan Air Liurnya?


Ikhwan
6 years ago

Assalamualaikum ustad di komplek perumahan kami banyak anjing yg oleh pemiliknya dibiarkan berkeliaran shg kotorannya tersebar dimana mana, kami khawatir akan kenajisannya shg ada kekawatiran saat ingin laksanakan ibadah. Bolehkah kami memberinya racun kpd anjing anjing tersebut krn pemiliknya tdk peduli walau telah deberi nasihat dan apakah kotoran hewan anjing sama proses utk hilangkan najisnya spt cara tatkala terkena air liurnya ?
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Karena anjing tersebut berada di bawah kepemilikian seseorang maka selayaknya Anda melaporkan kepada pihak yang memiliki kewenangan di komplek tersebut supaya menindak pemilik anjing yang tidak memperhatikan anjing-anjingnya dan membiarkannya berkeliaran tanpa pengawasan. Adapun tindakan membunuhnya secara langsung tanpa menempuh tindakan menghubungi pihak berwenang itu bisa menimbulkan cekcok dan permusuhan dengan pemilik anjing.

Terkait kotoran anjing, ada perbedaan pendapat di kalangan Ulama' tentang metode pensucian badan atau baju dan lain-lain bila terkena kotoran tersebut, ada Ulama' yang mengatakan bahwa kotoran anjing sama dengan kotoran-kotoran najis lainnya. Ada Ulama' yang mengharuskan penanganannya sebagaimana penanganan bejana yang dijilat oleh anjing. Untuk lebih hati-hati sebaiknya mensucikan sesuatu yang terkena kotoran anjing sebagaimana mensucikan bejana yang terkena jilatan anjing. Berikut ini keterangan syaikh Utsaimin rahimahullah terkait masalah tersebut:
Sebagian ahli dhohir berpendapat bahwa hukum ini untuk masalah jilatan anjing, adapun kencing dan kotorannya maka itu seperti najis-najis lainnya karena mereka tidak berpandangan adanya qiyas.

Mayoritas ahli fiqih berpendapat bahwa kotoran dan kencingnya sama dengan jilatannya, bahkan itu lebih buruk. Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan masalah jilatan anjing karena inilah yang umumnya terjadi, anjing biasanya tidak kencing dan buang kotoran di bejana, akan tetapi ia hanya menjilat, dan apa yang termasuk bab kebiasaan maka itu tidak difahami dengan pemahaman tertentu dan itu tidak digunakan untuk mengkhususkan hukum tertentu.

Sebagian Ulama' kontemporer menguatkan pendapat ahlu dhohir, bukan karena bersandar kepada dhahir nash akan tetapi karena berpendapat terhalangnya analogi, sebab termasuk syarat qiyas adalah adanya persamaan antara cabang dan pokok dalam illah supaya terjadi persamaan hukum, sebab hukum merupakah hasil illah, apabila keduanya sama dalam illah maka hukumnya sama, apabila tidak maka tidak sama hukumnya.

Ada perbedaan berdasarkan pendapat ini: Bahwasanya air liur anjing mengandung cacing pita yang akan membahayakan manusia, apabila ia menjilat di bejana maka hewan kecil itu akan berada di bejana, apabila seseorang mempergunakan bejana tersebut maka hewan itu akan berdiam di lambung dan melubanginya, dan itu tidak bisa dibinasakan kecuali oleh tanah.

Akan tetapi bila illah ini terbukti secara medis, apakah ia tidak ditemukan di air kencing dan kotorannya? Kita wajib memeriksanya, apabila terbukti bahwa hewan kecil itu tidak ditemukan di air kencing dan kotorannya maka pendapat ini ada sisi kuatnya, bila tidak demikian maka pendapat yang lebih hati-hati adalah pendapat umumnya ahli fiqih. Sebab seandainya Anda membersihkannya tujuh kali bilasan salah satunya dengan tanah maka tidak akan ada orang yang menyalahkan Anda, akan tetapi bila Anda tidak membersihkannya 7 kali bilasan salah satunya dengan tanah maka akan ada orang yang mengatakan Anda salah dan bejana belum suci.
Asy-Syarh al-Mumti' ala Zad al-Mustaqni' 1/417-418

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com