SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Allah Ada Dimana-mana


Akhwat (Cikarang)
6 years ago

Assalamu'alaikum ustadz,
Ustadz apakah pernyataan Allah ada dimana-mana apakah benar ?

Syukron ustadz..barakallahu fiik
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pernyataan tersebut tidaklah benar, diantara dalilnya telah disampaikan oleh Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa sesudah ini.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Bagaimana cara membantah pendapat orang yang mengatakan bahwa Allah itu berada di setiap tempat?..

Mereka menjawab:
Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah menyatakan bahwa dzat Allah Subhaanahu wa Ta'ala bersemayam di atas Arsy. Allah tidak berada di dalam alam semesta, tetapi terpisah dari alam semesta. Allah mengetahui semua hal. Tidak ada satu pun di dunia dan langit yang tidak diketahui-Nya. Allah berfirman:

{إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ}

Sesungguhnya Rabb kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas ’Arsy,

Dan seterusnya. Allah juga berfirman:

{الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى}

(Yaitu) Rabb Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy.

Allah juga berfirman:

{ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا}

Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad).

Allah juga berfirman:

{اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ}

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy

Dan seterusnya. Allah Ta'ala juga berfirman:

{وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ}

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan `Arsy-Nya berada di atas air.

Dalil lain yang menunjukkan bahwa Allah berada di atas mahluk-Nya adalah turunnya Alquran dari sisi-Nya. Turun itu pasti dari arah atas ke arah bawah. Allah Ta'ala berfirman

{وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ}

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu

Dan seterusnya. Allah berfirman:

{حم} (1) {تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ} (2)

Haa Miim.(1) Diturunkan Kitab ini (Alquran) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Allah juga berfirman:

{حم} (3) {تَنْزِيلٌ مِنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} (4)

Haa Miim.(1) "Diturunkan dari Rabb Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

Ayat-ayat Alquran lain juga menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala berada di atas. Dalam hadis Muawiyah bin Hakam as-Sulami disebutkan:

وَكَانَتْ لِي جَارِيَةٌ تَرْعَى غَنَمًا لِي قِبَلَ أُحُدٍ وَالْجَوَّانِيَّةِ، فَاطَّلَعْتُ ذَاتَ يَوْمٍ فَإِذَا الذِّيبُ قَدْ ذَهَبَ بِشَاةٍ مِنْ غَنَمِهَا، وَأَنَا رَجُلٌ مِنْ بَنِي آدَمَ، آسَفُ كَمَا يَأْسَفُونَ، لَكِنِّي صَكَكْتُهَا صَكَّةً، فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَظَّمَ ذَلِكَ عَلَيَّ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ أَفَلَا أُعْتِقُهَا؟ قَالَ: «ائْتِنِي بِهَا» فَأَتَيْتُهُ بِهَا، فَقَالَ لَهَا: «أَيْنَ اللهُ؟» قَالَتْ: فِي السَّمَاءِ، قَالَ: «مَنْ أَنَا؟» قَالَتْ: أَنْتَ رَسُولُ اللهِ، قَالَ: «أَعْتِقْهَا، فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ»

Saya memiliki seorang budak wanita yang mengembala kambing saya di kawasan Uhud dan al-Jawwaniyyah. Suatu hari ia melihat serigala membawa pergi seekor anak kambingnya. Saya menyesalkannya seperti halnya orang lain lalu saya menampar budak wanita tersebut. Setelah itu, saya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu kepadanya, tetapi ia tidak bisa menerima kejadian tersebut. Saya pun bertanya: Rasulullah, apakah saya sebaiknya memerdekakannya? Lalu Nabi menjawab: Bawalah dia ke sini! Setelah saya bawa ke hadapannya, ia bertanya kepada sang budak: Di mana Allah? Dia menjawab: Di langit. Nabi bertanya lagi: Siapakah saya? Budak itu menjawab: Anda adalah utusan Allah. Setelah itu, Nabi berkata kepada saya: Silahkan Anda memerdekakannya karena dia seorang mukmin. (HR. Muslim,Abu Dawud,Nasa'i, dan yang lainnya).

Dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim terdapat hadis Abu Sa'id al Khudri radhiyallahu `anhu, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda

أَلاَ تَأْمَنُونِي وَأَنَا أَمِينُ مَنْ فِي السَّمَاءِيَأْتِينِي خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً

Apakah kalian tidak percaya kepadaku, padahal aku adalah kepercayaan Dzat yang ada di langit (Allah), wahyu turun kepadaku dari langit di waktu pagi dan sore..... Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 3/216-217 Pertanyaan pertama dari fatwa no.5213

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com