SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Wajib Mengeluarkan Zakat?


Ikhwan (Dhamasraya Sumbar)
6 years ago

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh pak ustad, ana punya usaha kedai nasi, Alhamdulillah ada penghasilan, tp dlm perjalanannya, penghasilan itu ana gunakan utk bangun rumah tinggal ana dg cara mencicil beli bahan bangunannya dg uang yg didpt setiap minggunya, bgmn utk zakatnya, apakah hrs dikeluarkan? Bgmn cara menghitungnya?syukron, wassalamu'alaikum.
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ulama' berbeda pendapat tentang kewajiban zakat pada barang dagangan, akan tetapi pendapat yang lebih kuat adalah diwajibkannya berzakat di barang dagangan bila Nilainya mencapai Nishab dan telah berlalu satu tahun Hijriah.

Berikut ini petikan keterangan Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi:
Adapun mengenai barang-barang dagangan, maka barang yang disiapkan untuk jual-beli dikenakan zakat jika nilainya telah mencapai nisab emas atau perak, seseorang memilikinya dan bermaksud untuk menjadikannya barang dagangan. Harta tersebut dihitung kisaran nilainya untuk diberikan kepada kaum fakir miskin, sesuai dengan harga emas atau perak. Landasannya adalah firman Allah Ta'ala:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ}

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.

Maksudnya adalah perdagangan, ini merupakan tafsiran dari Mujahid dan lainnya. Al-Baidhawi dan lainnya mengatakan mengenai tafsir firman Allah Ta'ala: "Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik", yakni zakat wajib.

Dan firman Allah Ta`ala:

{وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ}

Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

Perdagangan masuk ke dalam keumuman harta-harta yang telah disebutkan di dalam ayat tersebut. Harta-harta tersebut wajib dikenakan zakat dengan nilai tertentu yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, yaitu 2,5%. Harta perdagangan merupakan harta yang paling penting. Oleh karena itu, harta perdagangan lebih utama untuk dimasukkan ke dalam kategori harta-harta yang disebutkan di dalam ayat tersebut. Dan dari Samurah bin Jundub radhiyallahu `anhu, ia berkata :

«ِكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُناَ أَنْ نُخْرِجَ الصَّدَقَةَ مِمَّا نُعِدُّهُ لِلْبَيْع »

Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat barang yang kami persiapkan untuk diperjual belikan. (HR. Abu Dawud) .

Umar berkata kepada Hamas: "Tunaikanlah zakat hartamu!" . Ia menjawab: "Saya tidak mempunyai apa-apa melainkan tempat anak panah dan kulit yang telah disamak." Umar berkata: "Hargailah barang tersebut dan tunaikan zakatnya!" . Imam Ahmad rahimahullah telah berdalil dengan kisah ini.

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:

وَأَمَّا خَالِدُ فَإنِكُمْ تَظْلِمُوْنَ خاَلِدًا، قَدْ احْتَبَسَ أَدْرَاعُهُ وَأَعْتَدُهَ فِي سَبِيْلِ الله

Adapun Khalid maka sungguh kalian telah menzalimi Khalid. Sungguh ia telah menyimpan baju besi dan peralatan perangnya untuk berjihad di jalan Allah (Muttafaqun `Alaih).

Imam Nawawi dan lainnya mengatakan bahwa barang tersebut dikenakan kewajiban zakat barang perdagangan. Jika tidak demikian, maka Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam pasti tidak akan memberi alasan atas Khalid.
Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anha secara marfu':

«لَيْسَ عَلىَ المُسلِم في عَبْدِهِ وَلاَ فَرَسِهِ صَدَقة »

Seorang Muslim tidak dikenakan zakat pada budak dan kuda miliknya Imam Nawawi dan yang lainnya berkata: "Hadis ini merupakan dasar bahwa harta properti tidak dikenakan kewajiban zakat."
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 9/183 no. Fatwa 2262

Perlu difahami bahwa uang yang sudah dibelanjakan menjadi bahan bangunan untuk rumah pribadi tidaklah dikenakan zakat. Bila Anda masih memiliki uang yang cukup banyak setelah membeli bahan makanan maka itu wajib dizakakti bila nilainya sudah mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun (Hijriah)

Untuk memahami secara singkat metode penentuan zakat barang dagangan silahkan buka http://salamdakwah.com/baca-pertanyaan/jakat-tijarah.html

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com