SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Berlindung Dengan Kalimah Allah = Syirik?


Ikhwan (bogor)
7 years ago

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, pada doa audzubikalimatillahi tammati minsyari ma khalaq, kata "aku berlindung kepada kalimah Allah" maknanya apa ya ustdz? sebab ad org yg mngatakan bahwa doa ini syirik katanya karena tdk berlindung kpd Allah melainkan pd kalimahnya saja, tolong dijelaskan ustdz, jazakallah khair
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Berlindung dengan lafadz yang disebutkan oleh penanya tidaklah diharamkan, sebab Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajarkannya bagi seseorang yang ingin terhindar dari bahaya di suatu tempat. Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu mengatakan:

سَمِعْتُ خَوْلَةَ بِنْتَ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ، تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ، حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Aku mendengar Khaulah bintu Hakim As Sulamiyyah berkata; aku mendengar Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo'a: 'A'AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ' niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu."HR. Muslim no. 2708 dan yang lainnya

Apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam supaya diamalkan oleh ummatnya tidak mungkin termasuk kesyirikan, sebab kesyirikan adalah dosa besar. bagiamana mungkin seorang Rasul yang diutus oleh Allah ta'ala mengajarkan kesyirikan.

Syaikh Utsaimin pernah ditanya terkait masalah yang ada kaitannya dengan masalah ini:
Apakah boleh bagi seseorang untuk berlindung dengan kalimat Allah?

Beliau menjawab:
Ya, itu boleh, sebab kalimat Allah termasuk sifat-sifat -Nya, oleh karena itu Ulama' berdalil dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

سَمِعْتُ خَوْلَةَ بِنْتَ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ، تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا فقَالَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ، حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Aku mendengar Khaulah bintu Hakim As Sulamiyyah berkata; aku mendengar Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo'a: 'A'AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ' niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu."

Mereka berdalil dengan hadits di atas tentang penetapan bahwa firman Allah ta'ala adalah termasuk sifat-Nya dan bukan makhluq, sebab berlindung kepada makhluq tidaklah diperbolehkan. Seandainya kalimat Allah adalah makhluq niscaya Nabi tidak akan mengarahkan supaya berlindung dengannya (kalimat-kalimat itu.pent) Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 1/101

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com