SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tentang Sholat Hajat


Ikhwan (bekasi)
7 years ago

assalamu'alaikum ustadz . Adakah sholat hajat dalam islam? Dan brpa rakaat ? Lalu adakah bacaan khusus dalam stiap rakaatnya?
Syukron .
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ada beberapa riwayat mengenai shalat hajat tapi kesemuanya tidak bisa dijadikan sandaran untuk mengerjakan amalan ini karena riwayat tersebut sebagiannya palsu dan sebagian lagi lemah.

Riwayat pertama:

اثْنَتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً تُصَلِّيهِنَّ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ وَتَتَشَهَّدُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ فَإِذَا تَشَهَّدْتَ فِي آخِرِ صَلاتِكَ فَاثْنِ على الله عزوجل وَصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاقْرَأْ وَأَنْتَ سَاجِدٌ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ سَبْعَ مَرَّاتٍ، وَآيَةَ الْكُرْسِيِّ سَبْعَ مَرَّاتٍ، وَقُلْ لَا إِلَهَ إِلا اللَّه وَحْدَهُ لَا شرك لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ على كل شئ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ قُلِ: اللَّهُمَّ إنى أَسأَلك بمعاقد - الْعَزِيز -[الْعِزِّ مِنْ] عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَحَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّةِ، ثُمَّ سَلْ حَاجَتَكَ، ثُمَّ ارْفَعْ رَأْسَكَ، ثُمَّ سَلِّمْ يَمِينًا وَشِمَالا، وَلا تُعَلِّمُوهَا السُّفَهَاءَ فَأَنْتُمْ تَدْعُونَ بِهَا فَيُسْتَجَابُ ".

Duabelas rakaat engkau shalat pada malam atau siang hari, engkau lakukan tasyahhud setiap dua rakaat. Ketika engkau tasyahhud pada akhir shalatmu, maka pujilah Allah dan bershalawatlah kepada Nadi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bacalah dalam keadaan sujud surat Al Fatihah sebanyak tujuh kali, lalu ucapkanlah laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulmu wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir (tidak ada yang berhak disembahkecuali Allah saja dan tidak ada sekutu baginya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha mampu atas segala sesuatu) sebanyak sepuluh kali. Kemudian ucapkanlah Allahumma innii as`aluka bi maqaa’idil ‘izz min ‘arsyika wa muntahar rahmah min kitaabika was mikal a’dzam wa jaddikal ‘alaa wa kalimaatikat taamah)”
(Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan tempat-tempat duduk kemulian dari Arasy-Mu dan akhir rahmat dari kitab-Mu, nama-Mu yang paling agung, kesunguhan-Mu yang paling tinggi dan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna) Kemudian mohonlah kebutuhanmu dan angkatlah kepalamu, lalu salamlah ke kanan dan ke kiri. Dan janganlah engkau mengajarkannya kepada orang-orang bodoh, karena jika mereka berdoa dengannya, maka doa mereka akan dikabulkan.”

Riwayat ini digolongkan oleh Ibnul Jauzi dalam hadits-hadits palsu. Lihat kitab Al-Mudhu’at oleh Ibnul Jauzi 2/142

Riwayat kedua:

" جَاءَنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِدَعَوَاتٍ، فَقَالَ: إِذَا نَزَلَ بِكَ أَمْرٌ مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكَ فَقَدِّمْهُنَّ ثُمَّ سَلْ حَاجَتَكَ: يَا بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا كَاشِفَ الْبَلْوَى، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، يَا مُجِيبَ الْمُضْطَرِّينِ، يَا إِلَهَ الْعَالَمِينَ، بِكَ أَنْزَلْتُ حَاجَتِي، وَأَنْتَ عَالِمٌ بِهَا، فَاقْضِهَا. أخرجه ابن بشران في أمالي رقم 565.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhumaa, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jibril ‘alahis salam datang kepadaku dengan doa-doa, ia berkata, “Jika kamu mendapati perkara dari perkara duniamu, maka kedepankanlah ia kemudian mintalah kebutuhanmu: Yaa badii’as samaati wal ardi, yaa dzal jallaali wal ikraam, yaa shariikhal mustashrikhiin, yaa ghayyaatsal mustaghiitsiin, yaa kaasyifas suu`, yaa arhamar rahimin, yaa mujiibas da’watil mudhtharriin, yaa ilaahal ‘aalamiin, bika anzilu haajati wa anta ‘alamu bihaa faqdhihaa. (Wahai Yang menciptakan langit-langit dan bumi wahai Dzat yang agung dan mulia, wahai Yang Maha menolong orang-orang yang meminta pertolongan, wahai Yang mampu menghapus segala keburukan, wahai Yang Maha pengasih, wahai Yang mengabulkan doa orang-orang yang dalam kesukaran, wahai Dzat yang berhak disembah oleh seluruh alam, kepada-Mu aku memohon kebutuhanku, dan Engkau lebih tahu tentangnya, maka takdirkanlah)”
Syaikh Albani mengatakan bahwa hadits ini palsu. Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah wal Maudhu’ah 11/469

Riwayat ketiga:

مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ، أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللَّهِ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ لِيَقُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيمِ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ "

"Barangsiapa yang memiliki keperluan kepada Allah atau kepada seseorang dari anak Adam maka hendaknya dia berwudhu dan memperbaiki wudhunya, kemudian hendaknya dia shalat 2 rakaat kemudian memuji Allah, dan bershalawat kepada nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian membaca (terjemahnya):
"Tidak sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Al-Halim Al-Karim, Maha Suci Allah Pemilik Arsy yang besar, segala puji bagi Allah, rabb semesta alam, aku memohon kepadaMu apa-apa yang mendatangkan rahmatMu, dan ampunanMu, dan aku memohon kepadaMu untuk mendapatkan setiap kebaikan dan keselamatan dari setiap dosa, janganlah Engkau tinggalkan bagi ku dosa kecuali telah Engkau ampuni, dan jangan Engkau tinggalkan bagiku rasa gelisah kecuali Engkau beri jalan keluar, dan jangan Engkau tinggalkan bagiku keperluanku yang engkau ridhai kecuali Engkau tunaikan untukku, wahai Yang Maha Penyayang. HR. Tirmidzi no.479 dan Ibnu Majah no.1384

Syaikh Albani mengatakan bahwa hadits ini palsu. Lihat Misykatul Mashabih oleh syaikh Al- Albani 1/417

Riwayat keempat:

عن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( يا علي ، ألا أعلمك دعاء إذا أصابك غم أو هم تدعو به ربك فيستجاب لك بإذن الله ، ويفرج عنك ؟ توضأ وصل ركعتين واحمد الله وأثن عليه ، وصل على نبيك ، واستغفر لنفسك وللمؤمنين والمؤمنات ، ثم قل : اللهم أنت تحكم بين عبادك فيما كانوا فيه يختلفون ، لا إله إلا الله العلي العظيم ، لا إله إلا الله الحليم الكريم ، سبحان الله رب السموات السبع ورب العرش العظيم ، الحمد لله رب العالمين ، اللهم كاشف الغم ، مفرج الهم ، مجيب دعوة المضطرين إذا دعوك ، رحمن الدنيا والآخرة ورحيمهما ، فارحمني في حاجتي هذه بقضائها ونجاحها رحمة تغنيني بها عن رحمة من سواك )

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Ali, tidakkah aku ajarkan kepadamu sebuh doa jika engkau ditimpa kesedihan dan gundah. Engkau berdoa dengannya kepada Rabbmu, maka akan dikabulkan bagimu dengan izin Allah, dan akan dihilangkan dari (kesedihan dan gundah)? Wudhulah lalu shalat dua rakaat, bertahmid kepada Allah dan memuji kepada-Nya. Kemudian bershalawatlah kepada Nabimu, lalu beristighfarlah untuk dirimu dan kaum mukminin laki-laki dan perempuan. Lalu engkau ucapkan (terjemahnya): (Ya Allah Engkau pemutus setiap perkara antara hamba-hamba-Mu dalam perkara yang mereka perselisihkan, tidak ada ilaah melainkan Allah yang Maha tinggi dan agung, tidak ada ilaah melainkan Allah yang Maha lembut dan mulia, mahasuci Allah rabb langit-langit dan rabb Arasy yang mulia, segala puji bagi Allah rabb semesta alam, maka rahmatilah aku dalam kebutuhanku ini, dengan mentakdirkannya dan mensukseskannya, dengan rahmat yang mencukupiku dengan rahmat selain dari-Mu). Syaikh Al-Albani mendhaifkan riwayat ini. Lihat silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah wa Al-Maudhu’ah 11/451

Ada pertanyaan yang ditujukan kepada syaikh Ibnu Baz terkait shalat hajat: Apa hukum shalat Hajat wahai syaikh?

Beliau menjawab:
Shalat Hajat tidak ada ada dalilnya (yang shahih dan tegas.pent), akan tetapi yang kami ketahui adalah (disyariatkannya.pent) shalat istikharah dan shalat Taubat.
Fatawa Nur 'ala ad-Darbi (syaikh Ibnu Baz) 11/85

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com