SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa Makna Iktikaf? Apakah Wanita Boleh Beriktikaf?Apakah Boleh Beriktikaf Selain di Bulan Ramadhan?


Akhwat (jakarta)
7 years ago

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ustad ... Apa sebenarnya arti dari itikaf.apa kah seorang wanita boleh itikaf. Boleh apa tidak itikaf dibulan selain bulan Ramadhan.jazakumullahu khoiran.و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Jawaban Pertama:
Tentang i'tikaf, Syaikh Utsaimin berkata: I'tikaf adalah Seseorang menetap di masjid dalam rangka taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, tujuannya supaya bisa menyendiri dan menyibukkan diri dengan ketaatan serta melakukan ketaatan secara total. Ini dilaksanakan di semua masjid , baik di masjid itu didirikan shalat Juma'at atau di masjid yang tidak didirikan shalat jum'at. Akan tetapi yang utama adalah di masjid yang didirikan shalat Jum'at di dalamnya sehingga ia tidak terpaksa keluar untuk melaksanakan shalat Jum'at. Majmu' Fatawa Wa Rasaii al-Utsaimin. 20/155

Jawaban Kedua:
"Kecuali wanita, ia boleh di seluruh masjid",(Syaikh Utsaimin menjelaskan) yakni i'tikafnya sah dan pelaksanaannya disunnahkan di seluruh masjid. Seorang wanita boleh beriktikaf selama i'tikafnya tidak menimbulkan fitnah. Asy-Syarh al-Mumti' Ala Zad al-Mustaqni' 6/508-509

DIantara dalil bolehnya seorang wanita beri'tikaf adalah:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، - زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه

Dari 'Aisyah radliallahu 'anha, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri Beliau beri'tikaf setelah kepergian Beliau. HR. Bukhari no.2026 dan Muslim no.1172

Jawaban ketiga:
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Apakah boleh beriktikaf di waktu kapan pun selain sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan?

Mereka menjawab:
I'tikaf boleh dilakukan kapan saja. Yang paling utama adalah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, demi mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum. Ada hadis sahih yang menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah beri'tikaf pada bulan Syawal beberapa tahun.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 10/410 Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor:3810

Diantara dalil untuk i'tikaf di luar bulan Ramadhan adalah riwayat:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى الْفَجْرَ، ثُمَّ دَخَلَ مُعْتَكَفَهُ وَإِنَّهُ أَمَرَ بِخِبَائِهِ فَضُرِبَ، أَرَادَ الِاعْتِكَافَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، فَأَمَرَتْ زَيْنَبُ بِخِبَائِهَا فَضُرِبَ، وَأَمَرَ غَيْرُهَا مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخِبَائِهِ فَضُرِبَ، فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَجْرَ، نَظَرَ، فَإِذَا الْأَخْبِيَةُ فَقَالَ: «آلْبِرَّ تُرِدْنَ؟» فَأَمَرَ بِخِبَائِهِ فَقُوِّضَ، وَتَرَكَ الِاعْتِكَافَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، حَتَّى اعْتَكَفَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَّلِ مِنْ شَوَّالٍ

Dari Aisyah radliallahu 'anha, ia berkata; Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hendak I'tikaf, beliau shalat Shubuh terlebih dahulu, lalu masuk ke tempat I'tikafnya dan beliau memerintahkan untuk dibuatkan bilik kecil, maka dibuatlah. Beliau ingin I'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadlan. Zainab juga minta dibuatkan bilik kecil maka dibuatkanlah untuknya, begitu pula istri-istri Nabi yang lain maka dibuatkanlah untuk mereka.. Ketika beliau hendak menunaikan shalat Shubuh, beliau melihat ternyata ada bilik-bilik tersebut bersabda: "Kebaikan apa yang kalian inginkan?" Beliau lalu memerintahkan agar biliknya dibongkar, lalu Beliau batalkan I'tikaf di bulan Ramadlan. Sehingga beliau I'tikaf pada sepuluh hari pertama di bulan Syawal. HR. Muslim no.1172

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com