SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Makanan Dari Perayaan Bidah


Ikhwan (bekasi)
7 years ago

ustadz,sebagaimana telah kita ketahui, bahwa acara tahlilan, maulidan dan semacamnya itu kan tidak boleh. Dan dalam acara-acara tersebut, tidak luput dari yang namanya makanan.

pertanyaannya : bolehkah kita memakan makanan dari acara tersebut. sebab saya pernah diberi makanan dari tetangga yang sudah melaksanakan acara 40 hari kematian. tapi, makanan tersebut tidak saya makan, saya berikan kepada orang lain.
syukron atas penjelasannya.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

Terkait pertanyaan diatas kami ingin membawakan 2 fatwa:
Pertama:
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Ada kerabat saya yang meninggal dunia. Lantas keluarganya mengadakan jamuan setelah tujuh hari dan empat puluh hari setelah kematiannya. Perbuatan ini merupakan bidah sebagaimana yang pernah Anda fatwakan kepada kami sebelumnya. Akan tetapi saya hadir dengan niat agar tidak dianggap memutus tali silaturahim. Apa hukum memakan makanan dari bidah ini?

Mereka menjawab:
Anda tidak boleh menghadiri undangan mereka, karena ini merupakan bidah. Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ، فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dari urusan agama kami, maka perkara itu tertolak.

Jika Anda tidak hadir maka itu merupakan ketaatan kepada Allah dan bukan merupakan tindakan memutus tali silaturahim. Karena memutus silaturahim adalah jika Anda meninggalkan kebaikan dan kebajikan yang disyariatkan kepada Anda. Akan tetapi jika Anda hadir dengan tujuan untuk mengubah kemungkaran dan Anda mampu untuk melakukannya maka tidak apa-apa Anda hadir untuk mengingkari kemungkaran itu, dengan syarat Anda tidak makan makanan yang dihidangkan untuk tujuan ini.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 9/156-157, soal kelima dari fatwa no.8868

Kedua:
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad pernah ditanya:
Apakah boleh makan makanan ahli bid'ah? Perlu diketahui bahwa mereka membuat makanan ini untuk tujuan bid'ah tersebut, seperti makanan untuk maulid Nabi shallallahu alaihi wa sallam?

Beliau menjawab:
Yang wajib adalah memperingatkan mereka supaya menjauhi perbuatan bid'ah itu dan supaya meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan, dan bagi orang-orang hendaknya tidak memakan makanan yang dibuat untuk tujuan perkara bid'ah dan perkara-perkara yang diharamkan...Silahkan mendengar audio fatwa tersebut di http://ar.islamway.net/fatwa/32981

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com