SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Darah Haidh Yang Terus Keluar Selama Sebulan


Ikhwan (bekasi)
7 years ago

assalaamu'alaikum
istri ana, haid. tapi, sudah satu bulan lebih, belum berhenti.
pertanyaanya : bolehkah istri ana melaksanakan shalat, karena sampai saat ini tidak shalat dengan sebab darah haid tersebut.
terima kasih jawabannya
baarakallahu fiikuum.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Syaikh Utsaimin menerangkan:
Adapun seandainya darah terus keluar dari wanita itu selama sebulan...maka ini termasuk mustahadhah dan ketika itu kita sikapi seperti sikap kita terhadap wanita mustahadhah. Asy-Syarh al-Mumti' Ala Zad al-Mustaqni' 1/472

berikut ini salah satu hadits yang menerangkan tentang darah istihadhah:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ، إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَ بِحَيْضٍ، فَإِذَا أَقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي الصَّلاَةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي» - قَالَ: وَقَالَ أَبِي: - «ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلاَةٍ، حَتَّى يَجِيءَ ذَلِكَ الوَقْتُ»

Dari 'Aisyah radhiyallahu anha berkata, "Fatimah binti Abu Hubaiys datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita yang keluar darah istihadlah (darah penyakit) hingga aku tidak suci. Apakah aku boleh meninggalkan shalat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu menjawab: "Jangan, sebab itu hanyalah darah kotor dan bukan darah haid. Jika datang haidmu maka tinggalkan shalat, dan jika telah terhenti maka bersihkanlah sisa darahnya lalu shalat." Hisyam berkata, "Bapakku (Urwah) menyebutkan, "Berwudlulah kamu setiap akan shalat hingga waktu itu tiba. HR. Bukhari no.228 dan Muslim no.333. Lafadz ini adalah lafadz Bukhari

Oleh karena itu Istri Anda seharusnya tidak shalat pada hari-hari kebiasaan dia haidh sebelumnya, dan apa yang lebih dari kebiasaannya dianggap sebagai darah istihadhah, dan kala itu dia melaksanakan shalat, puasa dan yang lainnya.

Bisa juga istri Anda membedakan darah haidh dan darah istihadhah. Apabila yang keluar darah haidh maka ia tidak shalat dan yang lainnya, apabila darah yang keluar adalah darah istihadhah maka dia melaksanakan shalat dan yang lainnya.
Berikut ini beberapa perbedaan darah haidh dan darah istihadhah;
Sisi warna: Darah haid itu hitam, sedangkan darah istihadhah merah.

Sisi kekentalan; Darah haid kental sedangkan darah istihadhah encer.

Sisi bau: Darah haid berbau busuk, sedangkan darah istihadhah tidak berbau busuh, sebab dia darah biasa.

Sisi kebekuan: Darah haid tidak membeku jika keluar, sedangkan istihadhah membeku karena dia darah biasa.

Haid menghalangi seorang wanita dari shalat, sedangkan istihadhah tidak menghalangi orang dari shalat. Akan tetapi cukup baginya menjaga agar darahnya tidak berceceran, lalu berwudhu setiap kali masuk waktu shalat jika darah tersebut terus keluar hingga shalat berikutnya.

Jika darah tetap keluar saat shalat, hal itu tidak mengapa. Hukum asalnya bahwa setiap darah yang keluar dianggap darah haid, kecuali jika dia terus menerus hingga seluruh bulan.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com