SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ibadah Haji Atau Membayar Hutang


Akhwat (Bekasi)
7 years ago

Assalamu'alaykum,
Kami barutahu jika ingin menunaikan ibadah haji harus menunggu selama ± 8 sampai 10 tahun lagi, jika ingin mendapat no. Kursi di pesawat dan kapan kami bisa berangkat untuk pergi ke tanah suci maka kami harus menyetor sejumlah uang ke bank sampai dengan bulan Desember 2013. Dilain pihak kami juga ingin melunasi hutang riba di bank konvesional tetapi jika kami melunasi hutang tersebut, kami tdk memiliki dana untuk bisa pergi haji. Karena itu Kami berencana membayar sebagian hutang kami tersebut dan juga mendaftar ibadah haji secara bersamaan, karena jika kami melunasi hutang terlebih dahulu kemungkinan akan lebih lama lagi kami menunggu untuk bisa menunaikan ibadah haji. Insyaa'Allah pada saat proses menunggu itu kami akan melunasi hutang2 kami tersebut sehingga pada saatnya kami berangkat ke tanah suci kami sudah tidak memiliki hutang.
Mohon penjelasannya agar kami bisa memilih rencana yang paling baik. Terima kasih.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila seseorang berhutang dengan sistem riba maka seharusnya ia segera berlepas dari hutang tersebut ketika tahu bahwa itu termasuk dosa besar. Ini lebih diutamakan dari pada berhaji. Dalam salah satu riwayat disebutkan:

عن جابر، لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا، وَمُؤْكِلَهُ، وَكَاتِبَهُ، وَشَاهِدَيْهِ» ، وَقَالَ: «هُمْ سَوَاءٌ»

Dari Jabir radhiyallahu anhuma; ia berkata, 'Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, nasabah riba, juru catat, dan dua saksi transaksi riba. Rasulullah bersabda, 'Mereka semua itu sama.'' HR. Muslim, no. 1598

Semoga Allah ta'ala memberikan rizki dari sumber lain (untuk berhaji) bila uang Anda sudah Anda gunakan untuk melepaskan diri Anda dari hutang riba. Syaikh Utsaimin pernah ditanya:
Seseorang berhutang dari bank ribawi dengan sistem riba kemudian ia bertaubat kepada Allah ta'ala. Bank masih terus memotong gajinya perbulan demi pembayaran hutangnya. Ia tidak memiliki harta untuk melunasinya secara kontan, sedangkan ia ingin keluar dari masalah dengan bank ini, apakah ada konsekwensi bila ia membayar secara angsuran (seperti biasa) sampai lunas?

Beliau menjawab:
Dia wajib untuk berlepas diri dari riba ini sebisa mungkin karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melaknat pelaku Riba dan orang yang berhutang riba, bisa dengan berhutang kepada saudara-saudara, teman-temannya untuk kemudian melunasi bank demi menggugurkan riba, yang penting ia mengatur dirinya. Apabila usaha itu tidak mungkin maka usahakan menghalangi bank untuk mendapatkan tambahan bunga ini, akan tetapi sepengetahuan saya Bank tidak setuju gagasan ini dan ia menginginkan hak ribanya...Lihat fatwa syaikh Utsaimin dalam bentuk audio yang telah dirubah dalam bentuk tulisan Arab di http://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=FullContent&audioid=112033

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com