SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mana Yang Didahulukan Antara Janji dan Takziyah


Akhwat (Tangerang)
7 years ago

Bismillah.
Assalamu'alaikum.
Ustadz, mana yang wajib didahulukan, memenuhi janji pada seseorang atau takziyah jika keduanya terjadi pada hari yang sama. Dengan kondisi jika salah satunya dipenuhi, maka yang lain tidak dapat dilaksanakan.

Jazaakumullaahu khairan.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Muhammad bin Muflih Ash-Sholihi menerangkan pengertian Ta'ziah:
Ta'ziah maksudnya: Menghibur dan menganjurkan supaya bersabar dengan (menerangkan.pen) Janji Pahala (yang akan diperoleh apabila bersabar.pen) serta mendoakan orang yang telah meninggal dan orang yang terkena musibah tersebut. Tidak ada penentuan untuk bentuk Ta'ziah itu. Kitab Al-Furu' 3/405

Ta'ziah hukum asalnya sunnah. Apabila seseorang berhalangan untuk hadir maka ia bisa melakukan ta'ziah dengan cara disampaikan oleh orang lain atau disampaikan langsung kepada orang yang terkena musibah melalui perangkat modern seperti telpon dan semisalnya, dalam salah satu riwayat disebutkan:

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ ابْنَةً لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِ، وَهُوَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَعْدٌ وَأُبَيٌّ، نَحْسِبُ: أَنَّ ابْنَتِي قَدْ حُضِرَتْ فَاشْهَدْنَا، فَأَرْسَلَ إِلَيْهَا السَّلاَمَ، وَيَقُولُ: «إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَمَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ مُسَمًّى، فَلْتَحْتَسِبْ وَلْتَصْبِرْ» فَأَرْسَلَتْ تُقْسِمُ عَلَيْهِ، فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقُمْنَا، فَرُفِعَ الصَّبِيُّ فِي حَجْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَفْسُهُ جُئِّثُ، فَفَاضَتْ عَيْنَا النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُ سَعْدٌ: مَا هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «هَذِهِ رَحْمَةٌ وَضَعَهَا اللَّهُ فِي قُلُوبِ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ، وَلاَ يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ إِلَّا الرُّحَمَاءَ

Dari Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma, seorang puteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengirim seorang utusan kepada Nabi yang ketika itu Usamah, Sa'd dan Ubay, bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, (seingat kami) utusan itu menyampaikan pesan yang isinya; "Anakku telah menjelang wafat, maka tolong Engkau (nabi) datang! Namun Nabi (tak sempat datang) dan menyampaikan salam dan pesan kepadanya; "Milik Allah lah segala yang diambil-Nya dan segala yang diberikan-Nya, dan segala sesuatu mempunyai batasan waktu tertentu disisi-Nya, maka hendaklah dia hanya mengharap ganjaran dan bersabar." Puteri Nabi tersebut mengirim utusan untuk kedua kalinya sambil bersumpah (meminta Beliau datang). Spontan Nabi beranjak, dan kami pun berdiri. (ketika sampai), cucu Nabi diletakkan di pangkuan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang nafasnya sudah tersengal-sengal karena tinggal sisa-sisa nyawanya. Kedua mata Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun berlinang, sehingga Sa'd bertanya; "Kenapa anda menangis ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Ini adalah pertanda kasih sayang yang Allah letakkan di hati hamba sesuai yang di kehendaki-Nya, dan Allah tidak akan merahmati (seorang hamba) dari hamba-hamba-Nya kecuali hambanya yang mempunyai rasa kasih sayang." HR. Bukhari no.5655 Dan Muslim no.923

Sedangkan menepati janji yang tidak melanggar aturan Allah ta'ala hukumnya adalah wajib. Dalam surat al-Isra' ayat 34 Allah ta'ala berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولا

Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.

Apabila kronologi yang terjadi seperti yang Anda ceritakan maka Anda tetap bisa melaksanakan ta'ziah dengan tetap memenuhi janji yang telah ditetapkan dengan cara Anda memenuhi janji pada hari tersebut dan pada sela-sela waktu kosong Anda menghubungi keluarga yang ditimpa musibah untuk berta'ziah kepada mereka. Bisa juga Anda melakukan ta'ziah pada esok harinya ketika Anda sudah selesai memenuhi janji Anda, sebab ta'ziah tidaklah terbatas pada satu hari saja.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com