SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tiba-tiba Sakit di Ulu Hati Sebelum Maghrib, Bolehkah Mengakhirkan Waktu Shalat Maghrib Dan Melaksanakannya Pada Jam 21.00


Ikhwan (dki jakarta)
7 years ago

Assalamualaikum wr wb,.pada saat menjelang shalat magrib(pukul 17.00) saya sakit, sampai tdk bsa untuk berdiri, (sakit di bagian ulu hati),,setelah di berikan pengobatan alhamdulillah berangsur pulih tp pd saat jam sudah menunjukan pukul 21.00..kemudian sy melakukan shalat jama' magrib dan isya..
1.pertanyaan adalah apakah ini udzur yg di syariatkan (karena sakit)
2.sah kah shalat sy krn waktu sdh lewat waktu shalat isya..(pukul 21.00)
sukron...
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Jawaban pertama:
Apabila memang kala itu Anda kesulitan melaksanakan shalat Maghrib pada waktunya disebabkan rasa sakit tersebut atau disebabkan pengobatan yang sedang berlangsung maka Anda dibolehkan mengakhirkan shalat Maghrib dan melaksanakannya bersama Isya' di waktu shalat Isya' (jama' ta'khir), dalil dalam masalah ini adalah:

حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: «صَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا بِالْمَدِينَةِ، فِي غَيْرِ خَوْفٍ، وَلَا سَفَرٍ» قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ: فَسَأَلْتُ سَعِيدًا، لِمَ فَعَلَ ذَلِكَ؟ فَقَالَ: سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ كَمَا سَأَلْتَنِي، فَقَالَ: «أَرَادَ أَنْ لَا يُحْرِجَ أَحَدًا مِنْ أُمَّتِهِ»

Menceritakan kepada kami Abu Zubair dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat Dhuhur dan Ashar sekaligus di Madinah bukan karena takut dan bukan pula karena safar." Abu Zubair mengatakan; "Aku bertanya kepada Sa'id; "Mengapa beliau melakukan hal itu? Dia menjawab; Aku bertanya kepada Ibnu Abbas sebagaimana kamu bertanya kepadaku, lalu dia menjawab; "Beliau ingin supaya tidak merepotkan (memberatkan) seorangpun dari umatnya." HR. Muslim no. 705

Jawaban kedua:
Tidak apa-apa melaksanakan shalat Isya' jam segitu karena waktu shalat isya' belum habis kala itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وَقْتُ الظُّهْرِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ، وَوَقْتُ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ، وَوَقْتُ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَسْقُطْ ثَوْرُ الشَّفَقِ، وَوَقْتُ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ، وَوَقْتُ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ

"Waktu shalat Dhuhur selama belum tiba waktu shalat ashar, dan waktu shalat ashar selama matahari belum menguning, dan waktu shalat maghrib selama tebaran syafaq (mega merah) belum menghilang, dan waktu shalat isya` hingga tengah malam, dan waktu shalat fajar selama matahari belum terbit." HR. Muslim no.612

Bahkan mengakhirkan shalat Isya' lebih utama bagi seseorang bila ia tidak berkewajiban melaksanakan shalat jama'ah Isya' di awal waktu, misalnya disebabkan rumahnya jauh dari masjid yang mendirikan shalat jama'ah. Dalam salah satu riwayat disebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: أَعْتَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اللَّيْلِ، وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى، فَقَالَ: «إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي»

Dari 'Aisyah radhiyallahu anha ia berkata; "Suatu malam Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendirikan shalat 'atamah (isya`) sampai berlalu sebagian besar malam dan penghuni masjid pun ketiduran, setelah itu beliau datang dan shalat. Beliau bersabda: "Sungguh ini adalah waktu shalat isya' yang tepat, sekiranya aku tidak memberatkan umatku." HR. Muslim no.638

Berikut ini petikan keterangan Syaikh Utsaimin rahimahullah:
Yang lebih utama bagi mereka adalah mengakhirkan (shalat Isya'.pent) bila itu tidak menyulitkan mereka sampai berlalu sepertiga malam. Waktu antara sepertiga malam sampai tengah malam adalah waktu yang afdhal dalam pelaksanaan shalat Isya'. Majmu' Fatawa Wa Rasail al-Utsaimin 12/209

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com