SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Boleh Dalam Taaruf, Ikhwan dan Akhwat Berkomunikasi Melalui Hp


Akhwat (Padang)
6 years ago

Assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuhu.. ustadz, orangtua berniat ingin menjodohkan saya dengan ikhwan yg sudah kenal baik dg keluarga saya. Orangtua menyarankan agar kami memberikan nomor hp masing2 agar bisa menjalani masa perkenalan .
Ustadz, apakah tindakan kami ini benar atau melanggar syari'at Allah? mohon bimbingannya ustadz, agar kami bisa menjalani masa ta'aruf ini dg baik karna saya takut menjadi fitnah/godaan bagi ikhwan tersebut. Jazakallah khairan, barakallahu fik
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menerangkan:
Apabila seorang laki-laki ingin melamar seorang wanita boleh baginya untuk berbicara dan melihat kepadanya dengan menghindari khalwat. Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika didatangi oleh seorang laki-laki yang ingin meminta arahan Beliau berkata: Apakah engkau telah melihat kepadanya? Ia menjawab: Belum. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Pergi dan lihatlah dia. Beliau juga bersabda: Apabila salah seorang kalian melamar seorang wanita maka kalau ia bisa melihat hal-hal yang menjadikannya tertarik untuk menikahinya hendaknya ia melakukannya.

Dan melihat lebih berat dari pada berbicara. Apabila pembicaraan dengannya terkait pernikahan, tempat tinggal, cerita hidupnya sehingga Anda ketahui apakah ia mengetahui hal ini maka ini dibolehkan bila laki-laki itu benar-benar ingin meminangnya. Adapun bila tidak ingin meminangnya maka ia tidak boleh melakukannya.

Selama laki-laki tersebut ingin melamar maka dibolehkan berbicara dengannya untuk membahas sesuatu terkait pinangan dan keinginannya untuk menikahinya. Si perempuan juga boleh seperti ini bila tidak ada khalwat (yang terjadi ketika percakapan berlangsung.pent) dengan cara berbicara dari jauh, atau pembicaraan itu dihadiri oleh ayah, saudara atau ibunya (si perempuan.pent) dan yang dihukumi sama dengan mereka. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 20/430-431 soal.186

Demikian pula bila berkomunikasi melalui HP, karena komunikasi melalui telepon genggam sama dengan berbicara secara langsung. Supaya komunikasi antara kedua calon mempelai aman maka hendaknya pihak laki-laki berkomunikasi dengan si wanita dengan sepengetahuan mahramnya yang terpercaya, misalnya bila berbicara melalui telephone, si wanita mengaktifkan loudspeakernya sehingga pembicaraan keduanya bisa didengar oleh mahramnya.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com