SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Orang Tua Melarang Nikah Dengan Janda Walaupun Sudah Mengenal Manhaj Salaf


Ikhwan (tangerang)
6 years ago

Assalamualaikum ustad....
Ibu saya melarang saya nikah sama akhwat yg sudah janda n pnya anak, ibu ingin saya nikah sama gadis....pdhal sya ingin sgera nikah krn tkut fitnah, tp ibu saya ttp keras ga mau, apa yg mesti sya lakukan ?
Mohon nasehatnya....barakallah fik....
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Wa Fiika Barakallahu.
Seorang muslim diwajibkan untuk berbakti kepada orang tuanya, khususnya ibu. Seorang anak harus berusaha mendapatkan ridhonya dan tidak menjadikannya marah. Diantara dalil dalam masalah ini adalah:

1. Firman Allah ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 23:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا

(Dan Rabb mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.

2. Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَبُوكَ»

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" dia menjawab: "Kemudian ayahmu." HR. Bukhari no.5971 dan Muslim no.2548

Apabila orang tua memerintah anaknya untuk melakukan sesuatu yang bukan maksiat dan tidak memberi mudharat maka wajib bagi anak melaksanakannya. Ibnu Taimiyah menerangkan:
Seseorang wajib mentaati kedua orang tuanya dalam hal yang bukan maksiat meski keduanya adalah orang fasiq, dan ini dalam hal yang bermanfaat buat keduanya dan tidak memberikan mudharat (untuk anak.pent), Apabila sulit bagi anak (mentaatinya.pent) akan tetapi tidak memberinya mudharat maka wajib untuk dilaksanakan, akan tetapi bila tidak maka tidak wajib. Al-Fatawa Al-Kubro 5/381

Dan menikahi seorang gadis bukanlah maksiat, bahkan lebih dianjurkan dari menikahi seorang janda, dalam salah satu riwayat disebutkan:

عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «هَلْ نَكَحْتَ يَا جَابِرُ؟» قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: «مَاذَا أَبِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا؟» قُلْتُ: لاَ بَلْ ثَيِّبًا، قَالَ «فَهَلَّا جَارِيَةً تُلاَعِبُكَ» قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ، وَتَرَكَ تِسْعَ بَنَاتٍ، كُنَّ لِي تِسْعَ أَخَوَاتٍ، فَكَرِهْتُ أَنْ أَجْمَعَ إِلَيْهِنَّ جَارِيَةً خَرْقَاءَ مِثْلَهُنَّ، وَلَكِنِ امْرَأَةً تَمْشُطُهُنَّ وَتَقُومُ عَلَيْهِنَّ، قَالَ: «أَصَبْتَ»

Dari Jabir ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku: "Apakah kamu sudah menikah wahai Jabir?" aku menjawab, "Ya, sudah." Beliau lalu bertanya: "Kamu menikah dengan gadis ataukah janda?" Aku menjawab, "Dengan seorang janda." Beliau bertanya lagi: "Kenapa tidak gadis saja, yang dapat mencumbumu?" Aku menjawab, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah terbunuh pada perang uhud, sementara dia meninggalkan sembilan putri, jadi aku memiliki sembilan saudara perempuan, dan aku tidak suka jika aku bersama gadis yang lugu dan sebaya dengan mereka (dengan menikahi gadis), akan tetapi (aku lebih memilih) seseorang yang dapat menyisir dan merawat mereka." Beliau bersabda: "Engkau benar."HR. Bukhari no. 4052 dan Muslim no.715. Lafadz hadits ini adalah lafadz Bukhari

Apabila yang mendorong Anda untuk menikahi janda adalah karena janda itu sudah siap dan mau menikah dalam waktu dekat maka demi mndapatkan keridhoan ibu, Anda bisa mencari akhwat lain yang masih gadis yang siap untuk menikah dalam waktu dekat, dan ini insya Allah ada, sebab hampir tidak mungkin bila dikatakahn bahwa semua akhwat salaf yang masih gadis di indonesia mau menikah dengan Anda tapi tidak dalam waktu dekat.

Seandainya Anda sudah mengerahkan semua usaha untuk memenuhi keinginan Ibu Anda dengan berusaha mencari gadis untuk dinikahi akan tetapi Anda belum berhasil maka seharusnya Anda memberi pengertian kepada Ibu Anda tentang bahayanya fitnah yang akan menimpa Anda bila Anda tidak segera menikah dan berumah tangga, diharapkan dengan begitu Anda bisa segera memperoleh izin dari Ibu Anda untuk menikahi janda yang bermanhaj salaf tersebut.

Semoga Allah ta'ala memudahkan Anda dan kita semua untuk berbakti kepada orang tua kita dan memudahkan kita menjaga diri supaya tidak terjerumus ke dalam larangan yang telah ditetapkan oleh-Nya.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com