SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Memanjangkan Celana Bagi Karyawan di Bawah Mata Kaki


Ikhwan (Jakarta Timur)
6 years ago

Assalamu'alaikum.
Bagaimana hukum isbal/memanjangkan celana ketika solat,,
karena untuk karyawan seperti saya selalu memakai celana panjang yang sekaligus dipakai untuk solat dan kerja juga
Syukron.
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Masalah menjulurkan kain melewati mata kaki bagi laki-laki (isbal) hukumnya diperselisihkan oleh ulama'. Ada yang mengharamkannya secara mutlak dan ada yang mengharamkannya saat isbal diikuti oleh rasa sombong dalam hati dll.

Adapun pendapat yang mengharamkan isbal kala shalat mungkin berdalih dengan hadits:

«مَنْ أَسْبَلَ إِزَارَهُ فِي صَلَاتِهِ خُيَلَاءَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي حِلٍّ وَلَا حَرَامٍ

Barangsiapa yang isbal (memanjangkan) pakaiannya (hingga melewati mata kaki) dalam shalat karena sombong, maka Allah tidak menghalalkan baginya surga dan tidak mengharamkan neraka untuknya."HR. Abu Daud no.637. Dishahihkan oleh Al-Albani

Kelompok ini mungkin mengarahkan hadits-hadits larangan yang berbentuk mutlak kepada hadits semacam ini yang berbentuk muqayyad.

Meski ada perbedaan dalam masalah ini, tapi, kita sebagai umat muslim harus memilih satu pendapat yang rajih (kuat) dan berpegang teguh dengannya. Sebab, kebenaran itu bentuknya tunggal dan tidak berbilang.

Pendapat yang kuat dalam masalah ini -wallahu a'lam- adalah haramnya isbal secara mutlak, baik itu disertai kesombongan ataupun tidak. Baik itu dalam shalat ataupun di luar shalat. Diantara dalilnya adalah:

عَنْ عَمْرِو بْنِ فُلَانٍ الْأَنْصَارِيِّ، قَالَ: بَيْنَا هُوَ يَمْشِي قَدْ أَسْبَلَ إِزَارَهُ، إِذْ لَحِقَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدْ أَخَذَ بِنَاصِيَةِ نَفْسِهِ وَهُوَ يَقُولُ: " اللهُمَّ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ " قَالَ عَمْرٌو: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي رَجُلٌ حَمْشُ السَّاقَيْنِ، فَقَالَ: " يَا عَمْرُو، إِنَّ اللهَ قَدْ أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ، يَا عَمْرُو " وَضَرَبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَرْبَعِ أَصَابِعَ مِنْ كَفِّهِ الْيُمْنَى تَحْتَ رُكْبَةِ عَمْرٍو، فَقَالَ: " يَا عَمْرُو، هَذَا مَوْضِعُ الْإِزَارِ " ثُمَّ رَفَعَهَا، ثُمَّ ضَرَبَ بَأَرْبَعِ أَصَابِعِ مِنْ تَحْتِ الْأَرْبَعِ الْأُوَلِ، ثُمَّ قَالَ: " يَا عَمْرُو، هَذَا مَوْضِعُ الْإِزَارِ " ثُمَّ رَفَعَهَا ، ثُمَّ وَضَعَهَا تَحْتَ الثَّانِيَةِ فَقَالَ: " يَا عَمْرُو، هَذَا مَوْضِعُ الْإِزَارِ "

Dari Amru bin Fulan Al Anshari ia berkata, "Bahwa saat Amru berjalan dengan kainnya yang musbil (melebihi kedua mata kaki), tiba-tiba Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjumpainya, maka beliau memegang ubun-ubunnya seraya mengatakan: "ALLAHUMMA 'ABDUKA IBNU 'ABDIKA IBNU AMATIKA (Ya Allah! Hamba-Mu, anak hamba-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu.") Amru berkata, "Aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, aku adalah seorang yang kecil betisnya." Maka beliau bersabda: "Wahai Amru, sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah memperbaiki penciptaan segala sesuatu. Wahai Amru, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil menepuk bagian belakang lutut Amru dengan empat jari tangannya yang sebelah kanan seraya berkata, 'Wahai Amru, di sinilah posisi kain." Kemudian beliau pun mengangkat dan meletakkannya di bawah jarinya yang kedua seraya bersabda: "Wahai Amru, di sinilah posisi kain." HR. Ahmad no.17782. Dihasankan oleh Al-Albani di silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah 6/405

Hadits di atas menjelaskan posisi batasan kain bagian bawah bagi seorang laki-laki, dan apa yang Rasul shallallahu alaihi wa sallam sampaikan menunjukkan bahwa batasannya tidaklah di bawah mata kaki.

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“مَا أَسْفَلَ مِنَ الكَعْبَيْنِ مِنَ الإزَارِ فَفِي الناَّرِ”

“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka. HR. BUkhari no.5786

Sebenarnya masalah perbedaan pendapat ini cukuplah luas, akan tetapi kami mencukupkan sampai di sini saja supaya tidak terlalu membingungkan pembaca.

Seandainya kita bertakwa kepada Allah ta'ala niscaya Allah akan memberikan kita jalan keluar. Kami sering melihat karyawan-karyawan yang bekerja di kantor dengan tetap mengenakan celana di atas mata kaki. Ini bermakna bahwa tidak isbal bukan berarti tidak bisa bekerja di kantor.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com