SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sesuatu Perbuatan yg Haram Dalam Syariat Namun Menimbulkan Manfaat, Apakah Tetap Diharamkan?


Ikhwan (Bekasi)
7 years ago

Ustadz, ana mohon penjelasan lebih rinci lagi tentang permainan catur, kartu, dadu dan sejenisnya.. dlm Hadits memang disebutkan Haram, namun sebagian org menganggap perbuatan tsb hanya utk mengasah otak utk berpikir, dan bkn utk taruhan dsb... begitu pula musik, dlm hadits yg Shohih dijelaskan keharamannya... Namun, sebagian org mengatakan dgn mendengarkan musik bisa menambah IQ seseorang, menambah kecerdasaanya dsb.. bgm kita menanggapi ini Ustadz? krn klo kita mendakwahi haramnya hal2 yg diatas, tanpa memberi argumen kpd mereka yg jelas, bisa jadi mereka menolak mentah2... mohon tanggapannya, Ustadz.. Barokallohu fiikum
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

Perkara-perkara yang diharamkan dalam syariat kadang mengandung suatu manfaat, misalnya mengkonsumsi minuman atau zat yang memabukkan (seperti minuman keras/khamr) bisa memberikan efek kebahagiaan sesaat dan menjadikan konsumennya melupakan masalah-masalah berat yang tengah dihadapi, bahkan adanya manfaat dalam khamr itu juga disebutkan dalam Al-Qur'an sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ta'ala dalam surat Al-Baqarah ayat 219:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa
manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

Setelah Ibnu Katsir menyebutkan manfaat-manfaat dari khmar dan judi setelah membawakan ayat di atas, Beliau mengatakan:

Akan tetapi maslahat-masalahat ini tidaklah sebanding dengan mudharat dan kerusakannya yang kuat, ini disebabkan hubungannya dengan akal dan agama. Tafsir Al-Qur'an Al- Adhim 1/579

Ibnu Taimiyyah menerangkan:
Dan Syariat datang untuk menghasilkan manfaat dan menyempurnakannya, serta datang untuk menghilangkan mafsadah (kerusakan.pent) dan meminimalisirnya. Semua hal yang diharamkan seperti syirik, khmar, judi, perbuatan keji dan kedholiman kadanga memberi manfaat untuk pelakunya, akan tetapi ketika kerusakannya lebih kuat dari maslahatnya maka Allah dan Rasul-Nya melarang itu. Majmu' Al Fatawa 1/265

Dari sini bisa difahami bahwa apa yang Allah ta'ala haramkan atas hambanya baik itu melalui Al-Qur'an atau As-Sunnah maka bisa jadi memiliki manfaat, akan tetapi mafsadatnya ketika itu diyakini lebih besar.

Kadang kala mafsadat yang timbul dari perbuatan haram nampak sangat kuat dibanding maslahatnya di mata manusia, akan tetapi ini bukanlah hal yang membolehkan seseorang untuk melanggar larangan tersebut, sebab pengetahuan manusia sangatlah terbatas sedangkan pengetahuan Allah ta'ala sangatlah luas dan kebenarannya mutlak sehingga mempercayai dzat yang ilmunya sangatlah luas didahulukan dari pada ilmu seorang hamba yang terbatas (termasuk dalam mensifati hal-hal yang diharamkan).

Di sisi lain seorang mu'min dituntut untuk mentaati Allah ta'ala dan Rasul-Nya dalam perintah dan larangannya, baik itu diketahui maslahat dalam perintahnya dan mafsadat dalam larangannya ataukah belum diketahui maslahat dalam perintah dan mafsadat dalam larangan-Nya. Allah ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 51:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya ucapan orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukumi (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan Kami patuh". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.

Seandainya sesuatu yang jelas diharamkan oleh Syariat digantungkan kepada pemahaman manusia dan ilmu mereka terhadap mafsadat/ kerusakan yang ada pada sesuatu tersebut niscaya sesuatu yang diharamkan tidaklah sama bagi kaum muslimin, bisa jadi sesuatu yang diharamkan dibolehkan pada zaman dahulu kemudian tidak dibolehkan pada zaman sekarang karena sekarang telah tersingkap kerusakan besar pada sesuatu yang diharamkan tersebut. Bisa jadi pula sesuatu yang diharamkan dibolehkan pada daerah tertentu, akan tetapi itu tidak dibolehkan pada daerah lainnya tergantung mafsadat yang diketahui oleh penduduk daerah tersebut, dan akhirnya syariat hakikatnya adalah apa yang ditentukan oleh ilmu manusia yang terbatas.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com