SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bersedekah Dan Berhaji Dengan Harta Haram


Ikhwan (Jakarta)
6 years ago

Ustadz, bagaimana dengan orang yang bersedekah menggunakan uang curian dan uang riba, dan orang yang berhaji dan umroh menggunakan uang korupsi, apakah Allah akan menerima amal ibadahnya, dan apakah ia akan mendapatkan pahala dari amalnya tersebut?
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

Jawaban untuk pertanyaan ini perlu diperinci, sebab antara uang curian dan uang riba tidaklah sama hukumnya 100 persen, berikut ini keterangan singkat tentang harta haram:

Harta haram yang diperoleh oleh seseorang bisa jadi haram secara dzatnya atau tidak haram secara dzatnya, harta yang haram secara dzatnya seperti daging babi tidaklah boleh dikonsumsi oleh orang yang memperolehnya, begitu pula tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang diberi dari orang yang memperolehnya.

Adapun harta yang tidak haram secara dzatnya maka itu perlu dirinci, berikut petikan fatwa syaikh Utsaimin yang kami terjemahkan:

Harta yang diperoleh oleh seseorang apabila terambil dari pemiliknya dengan paksaan, seperi: Dicuri, Dirampas, Dirampok atau yang semacamnya dan ia (pelaku.pen) tahu siapa pemilik barang tersebut maka ia wajib mengembalikan ke pemiliknya dalam keadaan apapun atau apapun hasilnya karena ini adalah hak khusus muslim yang diketahui barang dan pemiliknya...

Apabila pemiliknya tidak diketahui, karena (misalnya.pen) ia mengambil harta khalayak dan ia tidak mengetahui dengan pasti siapa mereka maka ketika itu ia mensedekahkan harta tersebut atas nama pemilik sebenarnya (dalam rangka berlepas diri dari harta yang tidak halal tersebut). Pemilik sebenarnya diketahui oleh Allah ta'ala, harta tersebut halal bagi yang disedekahi... http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=109617

Adapun harta yang diambil dari pemiliknya dengan tanpa paksaan tapi transaksi yang terjadi tidak sesuai syariat atau hasil dari penjualan barang haram (seperti harta hasil Riba, perjudian atau penjualan khamr) maka ini tidaklah boleh dimanfaatkan oleh orang yang memperolehnya. Ia harus menyalurkannya untuk kemaslahatan kaum muslimin secara umum. Bila ia miskin dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya maka boleh mengambil dari uang tersebut senilai apa yang dibutuhkannya saja. Ibnul Qayyim mengatakan:
Maka cara berlepas diri darinya dan cara bertaubat yang sempurna adalah dengan menyedekahkannya. Apabila ia sedang membutuhkan harta itu maka ia boleh mengambilnya senilai apa yang ia perlukan, kemudian menyedekahkan sisanya. Zad Al-Ma'aad 5/691

Dari sini bisa disimpulkan bahwa orang yang mengambil harta dengan cara yang haram tidak bisa mendapatkan pahala bersedekah, harta haram yang ia salurkan dianggap sebagai jalan untuk berlepas diri dan bukanlah sedekah.

Terkait hukum berhaji dengan harta haram perlu diketahui bahwa ditakutkan hajinya tidaklah diterima meski gugur kewajiban seseorang ketika ia melaksanakan haji wajib (Bila semua syarat, rukun dan wajibnya haji terpenuhi serta larangannya dihindari). Dalam kitab Mawahib Al-Jalil ditulis:

وَصَحَّ بِالْحَرَامِ وَعَصَى

Dan sah dengan yang haram, akan tetapi ia bermaksiat.

Penjelasan (Al-Haththab Ar-Ruaini):
Yakni hajinya sah dengan harta haram akan tetapi ia bermaksiat dalam penggunaannya terhadap harta haram. Sanad berkata: Apabila seseorang merampas harta kemudian berhaji dengan harta tersebut maka ia menjamin keutuhan harta tersebut dan hajinya sah, inilah pendapat mayoritas ulama'. Selesai. Ini dinukil oleh Qarafi dan selainnya.

Ya, orang yang berhaji dengan harta haram maka hajinya tidaklah diterima sebagaimana ditegaskan oleh bukan hanya satu Ulama'....dan itu disebabkan tidak terpenuhinya syarat penerimaan, ini berdasarkan firman Allah ta'la (Al-Maidah ayat 27):

{إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ}

Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa

Dan tidak ada pertentangan antara hukum keabsahan dan tidak diterimanya (amalan.pent) karena hasil penerimaan adalah adanya pahala dan hasil keabsahan adalah gugurnya tuntutan. Wallahu a'lam. Mawahib Al-Jalil 2/528

وبالله التوفيق

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com