SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Hutang Mayit, Sedangkan Orang Yang Menghutangi Tidak Punya Bukti


Akhwat (Pdk Aren - Tangerang Selatan)
7 years ago

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ saya mau bertanya, ayah saya sdh meninggal dunia, menurut saudara ayah saya (kakak dan adik ayah saya) sewaktu beliau msh hidup pernah memakai harta berupa tanah yg katanya (kata saudara ayah saya itu) tanah itu merupakan tanah milik saudara-saudara ayah saya itu, hanya saja harta yg berupa tanah tersebut belum dibagikan krn orang tua dari ayah saya masih hidup, untuk saat sekrang ini saudara ayah saya itu meminta agar saya menggantikan apa yg sdh dipakai ayah saya itu, yg saya ingin tanyakan apakah saya wajib membayar hutang ayah saya, sedangkan bukti hutang tersebut tdk jelas hanya bukti lisan dari kakak dan adik ayah saya itu, atas jawabannya saya haturkan jazakumulloh khoiron katsiron.......وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kami memahami bahwa masalah ini bermuara pada hutang-piutang yang diminta pengembaliannya oleh saudara-saudara ayah Anda. Dalam masalah semacam ini apabila ada perbedaan pendapat di dalamnya antara orang yang menghutangi dan yang berhutang (atau ahli warisnya) maka kita perlu meminta bayyinah, bisa berupa saksi terpercaya atau bukti tertulis untuk memperkuat pengakuan saudara yang mengaku menghutangi si mayit. Apabila mereka tidak memiliki saksi terpercaya dan pendukung pengakuan mereka, sedangkan di sisi lain ahli waris tidak tahu hutang-piutang tersebut dan tidak mendapat penuturan dari si mayit maka ahli waris tidak wajib untuk membayarnya, sebab tidak semua orang yang membuat pengakuan diterima pengakuannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda terkait hal ini:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ، لَادَّعَى نَاسٌ دِمَاءَ رِجَالٍ وَأَمْوَالَهُمْ، وَلَكِنَّ الْيَمِينَ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya setiap orang diberi kebebasan untuk menuduh (tuduhannya diterima), maka akan banyak manusia membuat tuduhan (atas) darah dan harta orang lain, akan tetapi sumpah itu atas tertuduh. "HR. Bukhari no.4552 dan Muslim no.1771 . Dan lafadz hadits di atas adalah lafadz Muslim.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com