SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Shalawat Tanpa Menyebut Keluarga Nabi Shallallahu alaihi wa sallam


Ikhwan (Batam)
6 years ago

Assalamu 'alaikum ustadz

Saya selalu bershalawat pendek yaitu hanya dengan membaca "Allahuma salli ala sayyidina muhammad", dan tidak menyebutkan "wa ala ali sayyidina muhammad" Shalawat tersebut ada yang mengatakan shalawat buntung dan itu di larang. Itu selalu saya baca di luar shalat. Namun ketika sedang shalat saya selalu membaca lengkap (Allahuma salli ala sayyidina muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad"

Tapi saya berfikir dengan merujuk Firman Allah SWT yang artinya:

"Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya senantiasa bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang beriman bershalawatlah kepada Nabi dan mohonkan salam baginya.” (QS. 33: 56). Dalam Firman tersebut hanya ditujukan kepada nabi Muhammad. Maka Jika di luar shalat saya bershalawat pendek hanya dengan membaca "Allahuma salli ala sayyidina muhammad". Apa hukumnya, Mohon penjelasan sekaligus dalilnya.

Terima kasih.

Wasalam.


Roro
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Di luar shalat boleh mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad tanpa menyebutkan keluarga Beliau. Dalilnya adalah surat Al-Ahzab ayat 56:


إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.

Meski demikian, yang lebih utama adalah membaca shalawat di secara lengkap seperti shalawat Ibrohimiah.

Berikut ini sebagian bentuk shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang dibolehkan untuk membacanya:


اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ رَسُولِ اللهِ -



اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ نَبِيِّنَا مُحمّدٍ وآلِهِ وَصَحْبِهِ -



اللهُمَّ صَلِّ وسلم على سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ -



صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ -



اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلّيْتَ عَلىَ آل إِبْراهِيم، وَباَرِكْ علىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آل محمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ على آلِ إبراهيم فِي العَالَمِيْنَ، إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ



اللهمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وعَلَى آل مُحَمّدٍ، كما صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْم وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْم، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ -



اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُريَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلىَ آل إِبْرَاهِيْم ، وَبَارِكْ على مُحَمٍّد وعلى أَزْوَاجِهِ وذُريتهِ، كَماَ بَارَكْت َعلى آل إِبْرَاهِيْم ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ .


Lih. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 26/103-104

Sebelum kami menutup jawaban ini, perlu diketahui oleh penanya dan yang lainnya bahwa dalam tasyahhud shalat tidaklah disyariatkan membaca kata sayyidina karena itu tidaklah dicontohkan dan diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menyebutkan:

Bershalawat atas Rasul shallallahu alaihi wa sallam dalam tasyahhud -sepengetahuan kami-tidak disertai kata sayyidina, yakni: Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad...begitu pula dalam shalawat adzan serta iqamat, oleh karena itu maka tidak boleh melafalkan sayyidina dalam amalan-amalan itu disebabkan tidak disebutkannya hal itu dalam hadits-hadits shahih yang di dalamnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya tentang tata-cara bershalawat kepadanya (saat tasyahhud.pent), adzan dan iqamat. Itu juga dikarenakan ibadah adalah tauqifiyah sehingga tidak ia tidak ditambah-tambah dengan sesuatu yang belum disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Adapun membacanya selain pada amalan-amalan tadi maka itu tidak apa-apa, ini berdasarkan sabda Beliau:


أَناَ سَيِّدُ وَلَدِ آدَم وَلاَ فَخَر


Aku adalah pemimpin anak adam, dan ini bukannya sombong. HR. Ibnu Majah no.4308 . Dishahihkan oleh Al-Albani


وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 7/65 soal 4276
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com