SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Wanita Yang Tidak Beriktikaf Memiliki Kesempatan Untuk Mendapatkan Lailatul Qadr?


Akhwat (Bogor)
7 years ago

assalamualaikum ustad..
apakah benar seseorang wanita yang tetap menjalankan ibadah puasa, zikir, berinfaq, bersalawat, dan mengaji namun tidak beritikaf pada 10 Malam terakhir bulan Ramadhan (karena tdk di izinkan org tua/harus merawat org tua yg sakit) tdk akan mendapatkan malam lailatul qadar meskipun ia beribadah dg sungguh2?
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Allah ta'ala berfirman tentang Lailatul Qadr:


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣)تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)


1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam Lailatul Qadr.
2. dan tahukah kamu Apa itu Lailatul Qadr itu?
3. Malam tersebut  lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda menerangkan tentang keutamaan malam tersebut:


مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


Barang siapa melaksanakan ibadah pada malam lailatul qadar dengan didasari keimanan dan harapan untuk mendapatkan pahala maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni. HR. Bukhari no.1901 dan Muslim no.760

Setelah membawakan ayat dan hadits di atas syaikh Ibnu Baz menerangkan:
Dan menghidupkannya dengan ibadah dilakukan dengan melaksanakan shalat, dzikir, do'a dan membaca Al-Qur'an serta kebaikan-kebaikan lainnya.

Surat yang agung ini telah menunjukkan bahwa melaksanakan amalan pada malam ini lebih baik dibanding melaksanakan amalan pada 1000 bulan selainnya. Ini adalah keutamaan yang besar dan rahmat dari Allah untuk para hambanya, maka selayaknya kaum Muslimin mengagungkannya dan menghidupkannya dengan ibadah. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 15/426 no.173

Syaikh Shaleh Al-Fauzan juga menerangkan:
Dan Allah telah mengkhabarkan bahwa amalan baik pada lailatul qadar lebih baik dari pada amalan yang dilakukan pada 1000 bulan, yakni lebih utama dari amalan yang dilaksanakan dalam waktu 83 tahun beberapa bulan, dan ini adalah keutamaan yang agung. Majmu' Fatawa syaikh Shaleh Al-Fauzan 2/430

Al-Qur'an dan Hadits yang menerangkan tentang keutamaan malam Lailatul Qadr tidaklah mengkhususkan keutamaan tersebut untuk orang yang beri'tikaf di masjid sehingga orang yang beribadah pada malam tersebut tanpa disertai i'tikaf di masjid masih memiliki kesempatan memperoleh keutamaan dan pahala besar dari Allah ta'ala pada malam tersebut.

Bagi wanita yang mendapati orang tuanya sakit dan ia diperlukan untuk merawat orang tuanya maka seharusnya ia mengutamakan merawat orang tuanya tersebut dan memperbanyak ibadah lainnya sambil melakukan perawatan (bila itu memungkinkan) pada malam-malam yang diharapkan itu adalah malam lailatul qadar. Wanita itu juga seharusnya meniatkan perawatan yang ia lakukan terhadap orang tuanya yang sakit lillahi ta'ala sehingga perawatan ini bernilai ibadah dan termasuk berbakti kepada orang tua sebagaimana yang diperintahakan oelh Allah ta'ala. Dengan begini diharapkan ia memperoleh keutamaan dan pahala malam Lailatul Qadr meski ia tidak beri'tikaf di masjid.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com