SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ibadah wanita yg sedang haid


Akhwat
8 years ago

Assalamu'alaikum..

Saya ingin menanyakan apakah wanita yg sdg haid boleh membaca Al Qur'an?? Jzakallahhukhair atas jawabannya :)
Redaksi SalamDakwah
8 years ago

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Menurut Ibnu Taimiyah membaca Qur’an bagi perempuan Haidh tidak apa-apa:
- Karena tidak ada dalil yang mengharamkan bacaan qur’an untuk perempuan haidh, adapun salah satu hadits yang menunjukkan pelarangan maka itu hadits lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah
- Pada zaman nabi shallallahu alaihi wa sallam para wanita mengalami haidh, kalau seandainya membaca Al-Qur’an diharamkan atas mereka tentunya Nabi akan menjelaskan dan para sahabat akan meriwayatkannya. Ketika tidak ada riwayat shahihah ka(menunjukkan pelarangan) yang sampai kepada kita padahal banyak perempuan haidh di zaman beliau maka ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an bagi mereka tidak diharamkan
- Menganalogikan hukum perempuan haidh dalam membaca Al-Qur’an dengan orang junub adalah tidak tepat, dalam istilah Ushul Fiqh Qiyas ma’a Al-Faariq. Diantara perbedaan keadaan orang Junub dengan haidh adalah Hadats besar Junub bisa diangkat terserah kemauan orang yang junub, adapun Haidh maka itu tidak bisa karena haidh muncul tidak bisa dikontrol.
Untuk lebih detail mengenai pendapat dan hujjah Ibnu Taimiyah anda bisa ruju’ ke kitab beliau Al-Fatawa Al-Kubro juz.1 hal.453-454

Jadi membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at bagi perempuan Haidh dibolehkan dengan syarat bacaan itu bersumber dari hafalan atau tidak menyentuh mushaf secara langsung, karena menyentuh mushaf dilarang bagi wanita Haidh (lih. Al-Fatawa Al-Kubro oleh Ibnu Taimiyah juz.1 hal.459)

pembahasan :Mushaf yang dilarang untuk dipegang oleh orang yang berhadats

Mushaf yang dilarang untuk disentuh secara langsung oleh orang yang sedang berhadats kecil atau besar adalah mushaf yang mengandung ayat-ayat Qur’an saja, baik itu 30 juz atau sebagian, akan tetapi jika dipegang menggunakan pelapis seperti kain yang suci maka itu tidak apa. Adapun kitab tafsir maka boleh menyentuh dan memegangnya karena itu tidak dinamakan Mushaf tapi kitab tafsir (lih Majmu’ Fatawa bin Baz juz.24 hal.348 no.118 dan lih.ibid juz 10 hal.209)

Syaikh Utsaimin menjelaskan lebih detail, kalau seandainya isi sebuah kitab banyak ayat qur’annya dari pada tafsirnya maka itu dinamakan Mushaf dan hukumnya sama dengan Mushaf biasa (yang hanya berisi ayat-ayat Qur’an). Sebaliknya jika isi tentang tafsirnya lebih banyak dari pada ayat-ayat qur’annya maka boleh dipegang secara langsung oleh orang yang berhadats karena itu kitab tafsir.kalau seimbang antara tulisan ayat Qur’an dan tafsir maka tidak boleh disentuh oleh mereka, berdasarkan kaidah: jika berkumpul hal yang membolehkan dan melarang, dan tidak ada pembeda yang menguatkan salah satu sisi maka dikuatkanlah sisi yang melarang (lih. Majmu’ fatawa wa Rasail Al-Utsaimin juz.11 hal.215)


Wallahu ta’ala a’lam
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com