SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Al-quran Dan As-sunnah


Ikhwan
8 years ago

kita sering Mengkaji Mengenai Sunnah2 dari Rosululloh namun sedikit sekali didalam kajian tersebut disebutkan dalil dari Al-qur-an.bagaimana dalam menyimaki masalah ini.

dan saya mendapatkan broadcast seperti ini :
Ada 4 kewajiban umat Muhammad saw. terhadap Qur'an:
1. Hendaknya umat memiliki keyakinan yg kuat & sungguh2 bahwa tdk ada sistem sosial yg dapat menyelamatkan manusia kecuali hanya yg bersumber dari Quran saja.
2. Menjadikan Qur'an sebagai solusi masalah, teman hidup, kawan bicara dgn membacanya setiap hari.
3. Memperhatikan Adab Membacanya Dan Adab Mendengarnya.
4. Melaksanakan hukum2nya yg terdiri dari: a.Hukum Individu, b.Hukum Masyarakat Untuk kewajiban ini sangat membutuhkan kemauan dan proses serta waktu.....maka mulailah dari sekarang! Mulailah dari diri sendiri! Dan dengan belajar membaca dgn benar Dan rutin!

apakah ini bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya.

jazakumullah khoiron.
Redaksi SalamDakwah
8 years ago

masalah pertama:
bahwa Al-Qur’an dan Hadits nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah sumber pensyariatan yang tidak bisa dipisahkan. Isi dari keduanya berasal dari Allah ta’ala, Berdasarkan ini maka tidak benar jika seorang muslim berpegang hanya pada satu sumber tanpa menghiraukan sumber lainnya. Allah ta’ala berfirman tentang Al-Qur’an:
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا (الإسراء:٩)
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar
Allah ta’ala berfirman tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah (syariat yang bukan dari Qur’an)
.....وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ..... (النساء:١١٣)
Dan Allah telah menurunkan Kitab dan Hikmah kepadamu
Imam Syafi’i menafsirkan Hikmah dengan Sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam(lih. Ar-Risalah oleh Imam Asy-Syafi’i hal.32)

Imam Syafi’i menulis dalam kitabnya Ar-Risalah: setiap orang yang menerima kewajiban-kewajiban dari Allah ta’ala dalam Al-Qur’an maka dia harus menerima sunnah-sunnah(apa yang bersumber dari rasul yang bukan qur’an) Rasulnya karena Allah ta’ala mewajibkan itu dalam kitab-Nya (Ar-Risalah oleh Imam Asy-Syafi’i hal.32)

Masalah kedua:
Adapun mengenai kajian Hadits yang sedikit membawakan dalil dari Qur’an, mungkin-wallahu a’lam- karena pembahasan hadits itu banyak berkenaan dengan detail-detail masalah agama, sedangkan kebanyakan Al-Qur’an dalam banyak ayat berbicara mengenai sesuatu secara umum, dan yang dibutuhkan saat kajian itu adalah dalil yang spesifik.

Kami berpendapat, hendaknya seorang da’i sebisa mungkin membawakan dalil dari Qur’an dan Sunnah saat membahas suatu masalah, teknisnya ketika dia membawakan suatu masalah yang terperinci dia membawakan dalil Umum yang mencakup masalah tersebut, kemudian menyebutkan dalil khusus untuk masalah itu. Contohnya jika membahas waktu shalat maka dibawakan ayat Qur’an surat An-Nisa’:103 kemudian membawakan hadits Jibril yang menerangkan waktu shalat.

Kalau memang tidak ada ayat Qur’an tentang masalah tersebut maka cukup dengan Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam, karena Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah hujjah dengan sendirinya meski tanpa ada Ayat Qur’an yang berbicara mengenai itu secara langsung (lih kitab Al-Haditsu Hujjatun Bi Nafsihi fil Aqaid wal Ahkam oleh syaikh Albani).

Dan tidak semua masalah harus ada Ayat Qur’an atau Hadits yang mencakupnya secara langsung karena ada hukum masalah-masalah tertentu yang merupakan hasil dari istimbat ulama’ , dan orang Awam tidak seharusnya bertanya mengenai dalil hukum tersebut (lih. Al-Manhaj As-Salafi inda Syaikh Nashiruddin Al-Albani oleh amr Abdul Mun’im Salim hal.203-204)

Masalah ketiga:

Adapun mengenai 4 point broadcast, ada hal-hal yang perlu dibenahi:

Point pertama: “hanya yg bersumber dari Quran” ditambahi: dan Sunnah dengan pemahaman para salaf shalih

Point kedua: “Menjadikan Qur'an” ditambahi: dan sunnah (dengan pemahaman salaf) sebagi solusi masalah.
Mengenai “teman hidup, kawan bicara” saya pribadi tidak menggunakannya

Point ke empat: “b.Hukum Masyarakat” ditambahi: tanpa melupakan Hukum-hukum dari Sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com