SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Timbul Keraguan Dalam Keimanan


Ikhwan (Propinsi Riau)
6 years ago

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ketika saya Sholat lima Waktu sebelumnya saya merasakan kesyaduan dalam dada.

Namun Beberapa hari ini saya merasakan hal yang tidak pernah saya alami, tidak lagi syahdu pada saat ibadah bahkan timbul kebimbangan apakah islam ku diterima اَللّهُ . Walau sejatinya saya dari keluarga beragama Islam yang insyaallah taat ibadah.

Saya ingin merasakan kesyahduan lagi, saya tidak tau harus bagaimana lagi. Bahkan kenapa harus muncul keraguan dalam Dada, terkadang ada terbesit dalam dada kata kafir, dan bisikan- bisikan lain yang mencoba menggoyahkan akidah ini. Saya selalu menolak bahkan harus perang bathin.

Saya tetap inginkan islam bukan yang lain. Saya yakin 100%, Islam itu Agama yang Benar Diridoi اَللّهُ SWT.

Selain itu saya juga ada timbul fikiran apakah اَللّهُ tidak lagi sayang padaku. Ini terus menerus saya rasakan.

Jujur saya saat ini sedang belajar Menjadi Muslim yang sejati. Mohon Do'anya.

Saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga Pada Ustad yang saya Kagumi.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Pada jawaban kali ini kami ingin menitik-beratkan jawaban pada masalah keimanan yang didatangi lintasan pikiran yang meragukan aqidah (maksudnya terbersit dalam benak seorang muslim perkara-perkara yang mencoba menggoyang keimanan dia) karena ini sangat penting, . Rasulullah telah mengajari kita cara menghadapi masalah semacam ini:


يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا، مَنْ خَلَقَ كَذَا، حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ


"Setan senantiasa mendatangi salah seorang dari kalian seraya berkata; siapa yang menciptakan ini dan siapa yang menciptakan itu hingga akhirnya dia bertanya 'Lantas siapa yang menciptakan Rabbmu?. Bila sudah sampai seperti itu maka hendaklah dia meminta perlindungan kepada Allah dan menghentikannya". HR. Bukhari no.3276 dan Muslim no.134

Pergolakan yang terjadi ketika ada lintasan-lintasan pikiran buruk itu merupakan tanda masih adanya keimanan yang tertanam dalam hati. Dalam salah satu riwayat disebutkan:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلُوهُ: إِنَّا نَجِدُ فِي أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِهِ، قَالَ: «وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ؟» قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: «ذَاكَ صَرِيحُ الْإِيمَانِ» ،


Dari Abu Hurairah dia berkata, "Sekelompok manusia dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang, maka mereka bertanya kepada beliau, 'Sesungguhnya kami mendapatkan dalam diri kami sesuatu yang salah seorang dari kami merasa besar (khawatir) untuk membicarakannya? ' Beliau menjawab: 'Benarkah kalian telah mendapatkannya? ' Mereka menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda: "Itu adalah tanda bersihnya iman." HR. Muslim no.132

Ibnu Baz mengomentari hadits pertama di atas: Maknanya adalah berpalinglah dari lintasan pikiran batil semacam ini dan bersandarlah kepada Allah ta'ala dalam menghilangkannya.
Selanjutnya Beliau membawakan perkataan imam Al-Mazri:
Lintasan-lintasan pikiran ada dua bentuk:
1. Lintasan yang tidak berdiam dalam diri dan bukan bersumber dari syubhat maka inilah yang dilawan dengan cara berpaling darinya. Ke sinilah makna hadits dibawa. Dan bentuk semacam ini dinamakan waswasah (bisikan-bisikan.pen), seakan-akan karena ini perkara yang datang tanpa ada akar maka ini dilawan dengan berpaling darinya tanpa melihat dalil.
2. Adapun lintasan-lintasan yang menetap dan bersumber dari syubhat maka itu dilawan dengan membawakan dalil dan dengan membahas hal yang menafikan syubhat tersebut. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 1/62


وبالله التوفيق

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com