SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa boleh mensolatkan nenek (ibu) yg berkeyakinan ahmadiyah atau syiah


Ikhwan
8 years ago

Assalamualaikum, Ustadz
Boleh kah kita menyelenggarakan jenazah nenek atau ibu yg berkeyakinan dan belajar ahmadiyah atau syiah
Redaksi SalamDakwah
8 years ago

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Keyakinan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir adalah hal yang disepakati oleh kaum muslimin, ini juga merupakan sesuatu yang seharusnya sudah diketahui oleh seluruh kaum muslimin meski dia orang awam. Ahli Ilmu juga bersepakat tentang kafirnya kelompok Ahmadiah (lih. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah juz.2 Hal.312 dan Majmu’ Fatawa Ibnu Baz juz.21 Hal.78-79)

Jadi, jika ibu tersebut hidup ditengah-tengah kaum muslimin, mengetahui Aqidah dan ibadah mereka sehari-hari, tidak ada paksaan untuk mengikuti Ahmadiah dan tidak mencari tahu hakikat Ahmadiah kemudian dia tetap mengikuti Ahmadiah yang meyakini bahwa mirza ghulam Ahmad adalah Nabi maka dia telah kafir dan kalau mati maka tidak dishalati. Ini adalah hukum duniawi
Untuk melihat lebih jelas tentang hukum pengingkaran terhadap hal-hal yang sudah disepakati dan wajib diketahui kaum Muslimin silahkan lihat kitab Fatawa Nur ala Ad-Darb oleh syaikh Bin Baz juz.1 hal.262

Adapun masalah Syiah maka perlu perincian karena Syiah/Rafidhah terpecah menjadi kelompok-kelompok. diantara kelompok itu ada yang meyakini perkara-perkara yang menyebabkan kafirnya penganut dari kelompok tersebut dan ada yang tidak sampai ke derajat tersebut.

Diantara Kelompok Syiah yang memiliki ajaran yang berlawanan dengan pokok-pokok agama islam yang diyakini Ahlusunnah adalah Syiah Imamiyah, mereka meyakini bahwa Al-Qur’an yang sekarang adalah Qur’an yang tidak sempurna. Mereka meyakini bahwa Imam-Imam mereka tahu perkarang Ghaib. Mereka meyakini semua sahabat kafir kecuali hanya beberapa sahabat. (Lih. Majmu’ Fatawa Ibnu Baz juz.4 hal.439 dan Lih. Masalatu taqrib baina ahli sunnah wa syia’ah oleh syaikh Nashir Al-Qifari juz 2 hal 300).

Dan diantara kelompok syiah ada yang ajarannya berbeda dengan kelompok yang sebelumnya dan pemahaman mereka tidak terlalu jauh dari pemahaman Ahlusunnah yaitu Syi’ah Zaidiyyah.

Kalau seandainya ibu tersebut menganut pemahaman kelompok Syiah yang bertentangan dengan pokok Ajaran Ahlusunnah maka dia tidak dishalati, ini dengan syarat yang telah disebutkan di permasalahan Ahmadiah yang telah lalu(dia hidup di tengah-tengah kaum muslimin dan lain-lain)
Sebaliknya, jika menganut pemahaman kelompok Syiah seperti Zaidiyah maka dia tetap sebagai seorang Muslim dan berhak dishalati, lih keterangan singkat tentang status Zaidiyah oleh syaikh Ibnu Baz di Majmu’ Fatawa Ibnu Baz juz.4 hal.312.

Dan kami nasehatkan kepada saudara-saudara seiman untuk tidak menyibukkan diri dengan menghukumi orang dengan kekafiran, kebid’ahan dan kefasikan kecuali dalam keadaan tertentu. Seharusnya ketika kita melihat pelanggaran syariat yang mengarah ke kekafiran, kebid’aha dan kefasikan kita segera mendakwahi pelakunya dengan sebaik-baik cara sehingga dia bisa kembali ke jalan yang lurus.

Wallahu ta'ala a’lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com