SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Membaca Al-Quran Setelah Shalat Fardhu


Akhwat (Jakarta)
7 years ago

Assalamualaikum ustadz,

Apakah membaca Alquran khususnya Al Fateha setelah sholat fardhu tidak diperbolehkan? suami ana selalu membaca Al Fatiha setelah sholat fardhu, ketika mendengar dari radio rodja kalau membaca Al Quran/Al Fateha tidak ada dalilnya, dia merasa bingung mengapa membaca Al quran tidak boleh. Apakah setelah sholat fardhu harus berzikir dulu baru kemudian boleh membaca membaca alquran?

Syukron atas penjelasan ustadz

Salam
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Kami tidak yakin bahwa yang disampaikan di radio Rodja adalah tidak dibolehkannya membaca Al-Qur'an setelah shalat secara mutlak, termasuk setelah berdzikir. Mungkin ada kesalahfahaman dari pihak audience. Sepengetahuan kami dalam tuntunan dzikir yang disyariatkan sesudah shalat ada ayat dan surat-surat tertentu yang hendaknya dibaca. Dalam salah satu riwayat disebutkan:


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ؛ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَنْ يَدْخُلَ الجَنَّةَ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ، فَإِذَا مَاتَ دَخَلَ الجَنَّةَ


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat maka tidak ada pembatas bagi dia untuk memasuki surga kecuali kematian, kalau dia meninggal maka akan masuk Surga. HR. Abu Nuaim di Al-Hilyah 3/221. Al-Albani menshahihkan sanadnya (lih. Silsilah Ash-Shahihah 2/664)

Dalam riwayat lain disebutkan:


عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ: «أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ


Dari 'Uqbah bin 'Amir, ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam telah memerintahkan saya untuk membaca surat-surat mu'awwidzât (surat yang berisi permintaan perlindungan kepada Allah, seperti Al Falaq, dan An Nâs.pen) setiap selesai shalat.HR. Abu Daud no.1523 dan An-Nasai no.1336. Dishahihkan oleh Al-Albani

Nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki kebiasaan berdzikir setelah Beliau selesai mengucapkan salam dari shalat. Dalilnya adalah:


عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ: «اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ» قَالَ الْوَلِيدُ: فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ: " كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ؟ قَالَ: تَقُولُ: أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ


Dari Tsauban dia berkata; "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, beliau akan meminta ampunan tiga kali dan memanjatkan doa ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM WAMINKAS SALAAM TABAARAKTA DZAL JALAALIL WAL IKROOM(Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan)." Kata Walid; maka kukatakan kepada Auza'i "Lalu bagaimana bila hendak meminta ampunan?" Jawabnya; 'Engkau ucapkan saja Astaghfirullah, Astaghfirullah."HR. Muslim no.591

Dari sini bisa diketahui bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah membaca Al-Fatihah secara khusus setiap selesai salam dari shalat apapun, beliau juga tidak memerintahkannya secara khusus. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada syaikh Ibnu Baz:
Apa hukum membaca Al-Fatihah setelah shalat, seseorang berkata: Kami bertawassul kepada Allah melalui perantara Al-Fatihah, dengan harapan Allah akan mengampuni kami dan kedua orang tua kami.
Kami juga ingin menghadiahkan Al-Fatihah kepada orang yang telah meninggal dari kalangan kami dan menghadiahkannya ke Roh Rasul shallallahu alaihi wa sallam, apa hukumnya? Apakah pahalanya sampai kepada mayit-mayit tersebut?

Jawaban:
Kami tidak mengetahui ada dalil untuk itu, Ibadah-ibadah adalah tauqifiyah dan berdasarkan dalil, bukan dengan pendapat dan hawa nafsu. Ibadah-ibadah adalah tauqifiyah, ibadah tidak disyariatkan kecuali apa yang disyariatkan oleh Allah ta'ala dan Rasulnya, dan kami tidak mengetahui disyariatkannya membaca Al-Fatihah setelah shalat dan menghadiahkannya ke orang mati serta berkumpul untuk membacanya(mengharapkan pahala) dari dalil-dalil syar'i, semua ini tidak ada dasarnya....Fatawa Nur Ala Ad-Darbi 9/167

Secara umum apabila seseorang membaca Al-Qur'an setelah shalat (setelah melaksanakan dzikir yang disunnahkan) maka itu tidaklah terlarang. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada syaikh Ibnu Baz rahimahullah:
Pertanyaan:
Sesungguhnya saya setiap hari membaca dua juz Al-Qur'an setiap selesai shalat Ashar. Apa arahan Anda dalam masalah ini? Jazakumullah khoir.

Jawaban:
Membaca Al-Qur'an selalu disyariatkan pada semua waktu (Malam-Siang), Al-Qur'an adalah firman Allah- Azza wa jalla- ini adalah perkataan paling utama. Ia diturunkan, Bukan Makhluq, dari-Nya bermula dan Kepada-Nya kembali. Ia adalah firman-Nya (Maha Suci Dia), ia seperti seluruh sifat (lainnya.pen) semisal Al-Ilmu, Ar-Rahmah, Ar-Ridho, Al-Ghodhob, As-Sam', Al-Bashar semuanya adalah sifat Allah ta'ala yang sesuai dengan-Nya Subahanahu wa ta”ala.....

Apabila seseorang membacanya (Al-Qur'an.pen) setelah Ashar atau setelah Shubuh atau di semua waktu maka itu adalah baik.....http://www.binbaz.org.sa/mat/19463


وبالله التوفيق

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com