SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bolehkah Berhubungan Dengan Wanita Yang Sudah Dilamar?


Ikhwan (Bogor)
6 years ago

Bismillaah.

Baarakallaahu fiikum.

Ana sdg dlm masa khitbah menuju hari pernikahan, Untuk persiapan pernikahan, ana dibolehkan oleh kedua orangtuanya untuk berhubungan dengan calon istri ana tsb. Ana juga mendengar dari teman katanya syaikh Shalih Fauzan membolehkan.

Bolehkah ana berhubungan dengan calon istri ana dengan media HP, Facebook, Email?

Mohon penjelasannya ustadz, jazaakumullaahu khairan.
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Syaikh Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang berbicara dengan wanita yang dilamar, Beliau Menjawab:
Wanita yang dilamar statusnya adalah wanita asing bagi pelamar, tidak beda antara ia dan wanita lain yang belum dilamar, sampai laki-laki itu sudah menjalin akad dengan wanita tersebut. Atas dasar ini, seorang pelamar tidak diperbolehkan berbincang atau berhubungan dengan wanita yang dilamar, kecuali dalam dalam porsi yang dibolehkan oleh Syariat.

Yang dibolehkan oleh Syariat adalah bila seorang laki-laki sudah bertekad untuk melamar seorang wanita maka ia melihatnya, melihat wajahnya, melihat telapak tangan, kaki dan kepalanya, akan tetapi tanpa berbincang-bincang dengannya kecuali sangat diperlukan, seperti bila saat ia melihat wanita tersebut (dalam keadaan disertai walinya) ia berbicara dengannya (misalnya) dalam porsi yang sangat diperlukan contohnya ia berkata apakah engkau mensyaratkan begini atau mensyaratkan begini dan yang semisalnya.

Adapun berbicara dengannya via telpon, sampai-sampai sebagian mereka berbincang dengannya dengan durasi satu atau dua jam, maka ini diharamkan dan tidak dihalalkan. Sebagian pelamar berkata: Saya berbincang-bincang dengannya dengan maksud saya mengetahui keadaannya dan saya memberitahunya tentang keadaan saya. Maka ini dijawab: Selama engkau berani melamarnya berarti engkau sudah mengetahui banyak hal tentang keadaannya, dan wanita itu tidak menerima kecuali ia sudah mengetahui banyak tentang keadaan Anda, dengan demikian maka tidak perlu berbincang-bincang via telpon. Biasanya perbincangan dengan wanita yang dilamar via telpon tidak bisa terhindar dari syahwat atau menikmati syahwat, yakni syahwat sex, atau terhindar dari bersenang-senang dengan cara berbicara dengannya padahal ia tidak dihalalkan baginya sekarang...http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_7073.shtml

Terkait fatwa syaikh Fauzan maka kami tidak bisa banyak berkomentar karena kami belum membaca fatwa yang berkaitan dengan hal itu. Kalaupun benar bahwa Beliau membolehkan pembicaraan antara pelamar dan yang dilamar maka kemungkinan besar maksud Beliau bukanlah berbicara sering-sering seperti orang berpacaran.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com