SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa Yang Disampaikan di Rodja Berbeda Dengan Yang Disampaikan di salamdakwah.com Terkait Puasa Sya\'ban?


Ikhwan (medan)
7 years ago

Assalamualaikum wrb,
Sy pernah dengar diradio rodja tentang tiadanya amalan berpuasa dibulan sya'ban,ttp diforum salam dakwah ada hadist yg menyuruh berpuasa dibln tsb, mana yg benar,,terus kalau disunnahkan berpuasa,pd hari apa saja dan brp hari.

Wassalammualaikum wbr.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Kami tidak bisa menyimpulkan banyak hal karena keterangan yang Anda berikan masih terlalu pendek untuk dianalisa. Kami perlu keterangan lengkap tentang jam siaran yang Anda dengarkan dan dalil-dalil yang dibawakan oleh pemateri di radio Rodja saat ceramah berlangsung.

Perlu diketahui bahwa secara umum, ustadz-ustadz di radio Rodja adalah orang-orang berilmu dan berpengetahuan luas dalam ilmu syar'i. Kami pribadi banyak mengambil ilmu dari ustadz-ustadz tersebut. Semoga Allah ta'ala menjaga dan merahmati mereka semua. Kami pribadi sangat meragukan keterangan yang menyebutkan bahwa ada ustadz di Rodja yang berpendapat tidak disyariatkannya puasa apapun di bulan Sya'ban, mengingat adanya dalil yang jelas dalam masalah ini. Terbersit dalam benak kami adanya kesalahpahaman dari pihak Anda dalam memahami apa yang dikatakan oleh ustadz pemateri, atau adanya ketidaklengkapan dalam mendengarkan materi yang disampaikan sehingga yang Anda dengar hanya sebagian, alias terpotong.

Perlu diketahui bersama bahwa ada riwayat shahih yang menunjukkan bahwa puasa Nabi shallallahu alaihi wa sallam di hari-hari pada bulan Sya'ban itu paling banyak dibanding puasa Beliau di hari-hari pada bulan lain (selain Ramadhan). Riwayat itu adalah:


عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: " كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ، وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ


Dari Aisyah radliallahu 'anha, Beliau berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering berpuasa sampai-sampai kami katakan bahwa beliau akan puasa seterusnya. Dan beliau sering berbuka (tidak puasa) sampai-sampai kami katakan beliau akan berbuka (tidak puasa) terus-menerus. Dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa terus sebulan penuh kecuali Ramadlan. Dan aku juga tidak pernah melihat beliau puasa sunnah dalam sebulan yang lebih banyak daripada puasanya di bulan Sya'ban. HR. Muslim no.1156

Di sisi lain ada riwayat yang menunjukkan larangan berpuasa setelah Sya’ban mencapai pertengahan. Lebih khusus lagi ada riwayat yang melarang berpuasa pada 1 atau dua hari sebelum Ramadhan. Berikut ini hadits-hadits yang kami maksud:

Pertama:


إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا


Jika Sya’ban telah mencapai pertengahan maka jangan kalian berpuasa. HR. Abu Daud no.2337 dan An-Nasai no.2923. Disahihkan oleh Al-Albani.

Kedua:


لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا، فَلْيَصُمْهُ


Janganlah mendahului Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa kecuali jika seseorang memiliki kebiasaan berpuasa, maka berpuasalah. HR. Bukhari no.1914 dan Muslim no.1082. Lafadz hadits di atas adalah lafadz Muslim.

Syaikh Ibnu Baz ketika ditanya terkait hadits yang menunjukkan larangan berpuasa ketika sya'ban sudah mencapai pertengahan dan hadits yang menunjukkan bersambungnya puasa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada bulan Sya'ban dengan puasa bulan Ramadhan, Beliau mengatakan:
Nabi shallallahu alaihi wa sallam dahulu berpuasa penuh di bulan Sya'ban atau bisa jadi berpuasa di sebagian besar bulan Sya'ban, sebagaimana itu diriwayatkan di hadits Aisyah dan Ummu Salamah. Adapun hadits yang mengandung larangan berpuasa setelah pertengahan bulan Sya'ban maka itu adalah hadits shahih sebagaimana yang dikatakan oleh saudara Al-Allamah Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani. Maksud dari hadits tersebut adalah larangan memulai puasa sesudah pertengahan bulan Sya'ban. Adapun orang yang berpuasa sebagian besar hari di bulan Sya'ban atau berpuasa sebulan penuh maka ia telah sesuai dengan Sunnah. Wallahu waliyyuttaufiq. Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 15/385 no.142

Sebenarnya pembahasan masalah ini dan dalil-dalinya adalah pembahasan yang panjang, Akan tetapi kami sengaja mepersingkat pembahasan dan langsung menuju inti untuk mempermudah pemahaman.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com