SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah POLIGAMI Sesuai Dengan Budaya Indonesia?


Ikhwan (jakarta)
7 years ago

assalamuálaikum, ust mohon bantu jawab pertanyaan ini, apakah POLIGAMI sesuai dengan Budaya Indonesia? sukron jazakul khoir
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Ada beberapa kemungkinan yang dimaksud oleh penanya terkait apa yang ia lontarkan:
1. Ia benar-benar ingin menanyakan poligami di masyarakat indonesia, apakah poligami dalam budaya masyarakat Indonesia dianggap tabu atau biasa saja. Jika memang demikian yang diinginkan maka kami sarankan untuk merujuk ke lembaga-lembaga (yang terpercaya)yang memang biasa melaksanakan survey atau penelitian di masyarakat supaya jawaban dari pertanyaan tersebut lebih objektif dan bisa dipertanggung jawabkan.


2. Ia ingin mempertanyakan kembali dibolehkannya poligami secara tidak langsung, atau ia ingin menukil pertanyaan yang bermaksud mempertanyakan kembali kebolehan poligami dalam Islam, apakah itu tepat bila diterapkan di masyarakat Indonesia khususnya.

Kami katakan: Bahwa dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah menunjukkan dibolehkannya berpoligami dalam batasan tertentu, diantara dalil dalam masalah ini adalah firman Allah ta'ala dalam surat An-Nisa' ayat 3:


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا


Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Seorang muslim sejati yang benar-benar beriman kepada Allah ta'ala dan Rasulnya apabila mendengar dan mengetahui hukum Allah ta'ala dalam suatu masalah dengan jelas tidak akan mengungkit kembali dan tidak mempertimbangkannya, apakah sesuai dengan keadaan diri, keluarga dan masyarakatnya. Allah ta'ala telah memberikan pengarahan mengenai sikap yang harus diambil oleh orang beriman dalam surat An-Nisa' ayat:65


فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Oleh karena itu bila seorang muslim sudah mengetahui dengan jelas hukum Allah ta'ala dalam masalah poligami dan ia masih ragu terhadap hukum Allah ta'ala tersebut mungkin dikarenakan diri atau lingkungannya maka muslim semacam ini termasuk yang disinggung dalam ayat 65

Perlu difahami bahwa yang kami tekankan di sini adalah perkara ragu dan menentang hukum Allah ta'ala dikarenakan faktor internal diri sendiri atau eksternal, dan apa yang kami sebutkan sebelumnya tidak memaksudkan pelaksanaan poligami itu sendiri, sebab, orang yang tidak melaksanakan poligami belum tentu ia menentang syariat tersebut. Bisa jadi ia tidak melaksanakannya karena ia belum mampu dari sisi nafkah dan semacamnya, dan hal ini tidaklah masalah karena memang hukum asal poligami tidaklah wajib atas semua kaum muslimin.

Perlu kita ketahui bahwa hukum asalnya kebiasaaan, adat dan budaya adalah mengikuti alur dari syariat Islam. Apabila didapati adanya perbedaan antara budaya dengan syariat maka adat wajib ditinggalkan, karena kita sebagai kaum muslimin telah memilih Islam sebagai agama kita, dan kita pun telah menyerahkan diri kita kepada Allah ta'ala saat mengirarkan dua kalimat syahadat. Di sisi lain agama Islam adalah agama agung, yang bisa menjawab problema hidup dan menjadi jawaban atas tuntutan-tuntutan di semua tempat dan di semua zaman. Ini berbeda dengan kebudayaan yang biasanya tidak bisa diterapkan di semua tempat dan waktu.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com