SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Siapa Yang Menjadi Wali Seorang Wanita Bila Wanita Itu Sudah 8 Tahun Putus Komunikasi Dengan Ayahnya


Akhwat (Makassar)
7 years ago

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Ustadz saya mau bertanya tentang wali untuk wanita yang akan menikah,
ada seorang akhwat yang ingin menikah namun bingung bagaimana dengan walinya, pasalnya orangtua dari akhwat tersebut sudah bercerai dari ketika beliau baru berusia 2 tahun dan sampai saat ini si akhwat tersebut belum pernah bertemu langsung dengan Ayah kandungnya, sehingga dia bingung Ustadz, karena beliau juga tidak pernah tahu secara pasti dimana keberadaan ayahnya, pernah berkontak via telpon 8 tahun silam, tapi setelah itu si Ayah tidak pernah ada kabar lagi sampai saat ini, si akhwat sudah berusaha mencari tahu dari teman-teman lama ayahnya tapi mereka semua tidak tahu keberadaannya, karna ternyata si ayah dari akhwat ini suka berpindah-pindah tempat tinggal, sedangkan keluarga Ayahnya yaitu Kakek dan Pamannya juga tidak diketahui cecara pasti, yang beliau tahu hanya mereka berada di sebuah kota di jawa barat, kalau akhwat ingin pergi mencarinya beliau juga tidak punya keberanian, karna jauh dan tidak ada mahram yang mau menemaninya, karna hampir seluruh keluarga besar Ibunya tidak suka kepada Ayahnya.
sedangkan Ibu dari akhwat tersebut berkata kalau walinya Hakim saja, tak perlu mencari Ayahnya karna keberadaannya tidak jelas dimana,
Mohon bantuannya ustadz tentang hukum siapa yang berhak menjadi wali dari akhwat tersebut,
Jazakumullahu khairan Ustadz,,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila ayah dari muslimah tersebut tidak ditemukan setelah pencarian maksimal maka pendapat yang kuat adalah berpindahnya perwalian ke wali yang berada di urutan selanjutnya setelah ayah, yaitu kakek dari ayah, apabila kakek tidak ada maka anak laki-laki muslimah tersebut, apabila anak laki-laki tidak ada maka saudara laki-laki kandung seibu sebapak dari muslimah itu dan seterusnya. Jadi perpindahan perwalian tidak langsung ke penguasa, ketika ayah tidak ada atau ayah tidak bersedia menikahkan tanpa alasan syar’i

Berikut ini petikan fatwa syaikh Utsaimin rahimahullah ta’ala:
Apabila wali melarang pernikahan seorang wanita dengan pelamar yang sekufu dengannya dalam agama dan akhlaqnya maka perwalian berpindah kepada kerabat yang ashobah setelahnya (dalam urutan perwalian.pen) secara berurutan. Apabila mereka semua menolak untuk menikahkannya (sebagaimana yang biasa terjadi) maka perwalian berpindah ke penguasa yang syar’i. Fatawa Islamiah 3/148

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com