SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menghidupkan Sunnah Tetapi Dilarang Orang Tua. Bagaimana Cara Menanggapinya.?


Ikhwan (sulawesi tenggara)
7 years ago

assalamu'alaikum ustad, bagaimana sikap kita yang selalu menghidupkan sunnah Nabi SAW. seperti memelihara jenggot, memakai celana d atas mata kaki, dan lain sebagainya, namun orang tua kita tdk menyukainya, dan melarangnya, apakah kita mesti meninggalkan sunnah tsb. atau bagaimana???
syukron wajaza kumullah khoiron.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Allah ta'ala telah menegaskan aturan bermuamalah dengan orang tua. Allah ta'ala berfirman dalam surat Al-Isra' ayat 24:


وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا


Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

Ayat ini memerintahakan kita untuk merendahkan diri dihadapan orang tua kita dan menghormatinya, bahkan apabila mereka memerintahkan kita berbuat pelanggaran syariat kita diminta untuk tidak mentaatinya tapi kita tetap diminta mempergauli mereka dengan baik. Allah ta'ala berfirman dalam surat Luqman ayat 14 dan 15:


وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


14. dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

15. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Dalam konteks kasus yang Anda tanyakan secara khusus, tentu kita tidak boleh mentaati perintah orang tua dan keinginan mereka, sebab, perintah itu bertentangan dengan syariat Allah ta'ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


إنما الطاعة في المعروف


Sesungguhnya ketaatan hanya pada perkara yang baik. HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no.1840

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:


لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ


Tidak boleh ada keta'atan untuk satu makhluq dalam bermaksiat kepada Allah. Dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Alkhallal dalam kitab As-Sunnah no.58. Dishahihkan oleh Al-Albani di Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 2/1250

Meski demikian, kita tetap wajib mempergauli mereka dengan baik sebagaimana yang Allah ta'ala perintahkan di surat Luqman ayat 14 dan 15. KIta tetap harus berjuang memberikan penjelasan dengan metode terbaik sehingga mereka bisa memahami hujjah kita dan menyadari pentingnya penerapan syariat tersebut.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com