SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Respon Atas Jawaban salamdakwah Sebelumnya Mengenai Pinangan


Ikhwan (padang)
7 years ago

saya pernah dengar klo meminang pinangan orang lain hukumnya haram, trus bagaimna dengan pinangan itu yang minta agar dipinang lagi oleh oranng lain?
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

Kami memahami bahwa pertanyaan Anda sebagai respon atas jawaban kami di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/khitbah.html

Ya, Memang seorang laki-laki dilarang untuk melamar atas lamaran saudaranya. Berikut ini riwayat yang menjadi dalil untuk itu:


أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، كَانَ يَقُولُ: «نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الخَاطِبُ


Ibnu Umar radliallahu 'anhuma berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang sebagian kalian untuk berjual beli atas jual beli saudaranya. Dan janganlah seseorang meminang atas pinangan yang lain hingga ia meninggalkannya atau pun menerimanya, atau pun ia telah diberi izin oleh sang peminang pertama." HR. Bukhari no.5142 dan Muslim no.1412. Lafadz hadits ini adalah lafadz Bukhari.

Imam Malik menafsirkan hadits semisal hadits di atas: Tafsir sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:


لاَ يَخْطُبُ أَحَدُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ


Adalah seorang laki-laki melamar seorang wanita, kemudian wanita itu condong kepadanya, keduanya pun sepakat dalam penentuan sejumlah mahar dan keduanya sama-sama rela. Dan wanita itu mensyaratkannya kepada pelamar untuk kepentingannya. Keadaan seperti inilah yang seorang laki-laki dilarang oleh Nabi untuk melamar wanita yang telah dilamar oleh saudaranya (seiman.pen).

Hadits itu tidak bermakna: Jika seorang laki-laki melamar perempuan kemudian ia belum menyetujui lamaran tersebut dan tidak condong kepada pelamar maka laki-laki lain tidak boleh melamarnya. Ini (penafsiran ini.pen) adalah pintu kerusakan yang mendatangi masyarakat. Ini makna sabda Rasul shallallahu alaihi wa sallam yang kami ketahui. Al-Muwaththo' oleh imam Malik, 1/568 no.1467

Dari hadits di atas dan penafsiran imam Malik bisa difahami bahwa yang terlarang adalah bila keduanya masih berazam untuk menikah. Apabila salah satunya sudah tidak ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan disebabkan alasan-alasan tertentu maka tentu saja salah satu pihak berhak untuk membatalkan pinangan, dengan cara: Pihak laki-laki memberitahu pihak wanita dan mengizinkan yang lain untuk maju, atau pihak wanita memberi tahu pihak pelamar laki-laki tentang penolakannya, serta membuka kesempatan bagi pelamar lain untuk maju meminang.

Seandainya kita berpendapat bahwa berdasarkan hadits di atas maka seorang perempuan yang telah dilamar dan telah setuju tidak boleh ruju' dan tidak boleh meminta pembatalan meski ia mengetahui ada aib pada pelamar yang tidak ia sukai, maka sungguh pendapat ini adalah pendapat yang janggal dari beberapa sisi:
1. Pendapat ini mengandung kedholiman bagi pihak wanita. Sebab ia harus menerima laki-laki yang telah ia terima lamarannya meski ia memiliki alasan syar'i untuk membatalkan.
2. Pendapat ini seakan-akan menyatakan bahwa ikatan lamaran lebih kuat dari pada ikatan nikah, sebab, setelah nikah wanita yang punya alasan syar'i diperbolehkan meminta cerai sedangkan pada ikatan lamaran wanita tidak boleh membatalkan dengan alasan apapun. Kami belum mengetahui ada ulama' yang berpendapat demikian.

Bila maksud Anda adalah wanita tersebut langsung memberi kesempatan kepada pelamar lain untuk maju tanpa memberikan info pembatalan kepada pihak pertama maka ini bisa digolongkan ke dalam adab yang tidak baik, akan tetapi perlu diketahui bahwa wanita tersebut berhak untuk berubah pikiran dan memberi kesempatan pelamar lain untuk maju. Adapun caranya yang tidak tepat dengan tidak memberi info pembatalan kepada pihak pelamar pertama maka itu tidaklah mengggurkan hak wanita untuk berubah pikiran, menolak pelamar pertama dan membuka kesempatan bagi pelamar lain untuk maju meminang.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com