SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tanya Hukum Membeli Motor Dengan Cara Menyicil


Ikhwan (Kendari)
7 years ago

Assalamualaikum, apa hukumnya membeli kendaraan (sepeda motor) dengan cara menyicil, apakah tergolong Riba?
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Kredit kendaraan bermotor hukumnya tergantung dengan sistem kredit yang dijalankan. Apabila sistem yang dijalankan tidak menyelisihi syariat, maka otomatis kredit kendaraan tersebut diperbolehkan. Sebaliknya, apabila dalam sistem yang dijalankan ada unsur penyelisihan terhadap syariat maka kredit itu tidak diperbolehkan,

Apabila sistem kredit motor yang dijalankan adalah pembeli motor membeli motor dari dealer dengan jasa lembaga pembiayaan, kemudian cicilannya ia bayar kepada pihak yang memberikan jasa pembiayaan, baik itu bank atau lembaga keuangan yang lain, tanpa ada keterlibatan lembaga keuangan tersebut atau ia terlibat dalam akad tapi dengan keterlibatan yang tidak sesuai dengan posisinya yang diperbolehkan ketika akad terjadi antara pembeli dengan dealer, maka ini tidaklah diperbolehkan karena hakikat dari akad yang terjadi tidaklah diperbolehkan. Baik itu Riba atau Penjualan barang yang belum dimilki.

Tidak terlibatnya lembaga pembiayaan dalam akad yang terjalin antara dealer dan pembeli misalnya: Lembaga pembiayaan memberi sejumlah uang kepada pembeli untuk membeli motor dari dealer. Selanjutnya, pembeli membayar kepada lembaga pembiayaan itu lebih dari jumlah uang yang telah ia terima dari lembaga tersebut dengan sistem kredit dalam jangka waktu tertentu. Sistem pembiayaan seperti ini tidaklah diperbolehkan karena mengandung riba

Bisa juga lembaga pembiayaan terlibat dalam akad jual-beli yang terjadi antara dealer motor dan pembeli, tapi keterlibatannya tidak sempurna dan tidak sesuai dengan yang seharusnya, contohnya: Perwakilan lembaga pembiayaan membeli motor dari dealer kemudian ia serahkan motor kepada pembeli. Selanjutnya pembeli membayar cicilan ke lembaga pembiayaan. Akan tetapi pembelian yang dilakukan lembaga itu dari dealer bukanlah pembelian sebagaimana mestinya yang memindahkan kepemilikan, akan tetapi sekedar trik untuk menghalalkan riba (ini bisa dibuktikan dengan surat-surat penting motor yang tidak mencantumkan nama lembaga pembiayaan itu sebagai pihak pemilik motor setelah akad terjadi). Model kredit semacam ini juga tidak diperbolehkan.

Termasuk sistem kredit yang tidak diperbolehkan, lembaga pembiayaan itu membeli motor dari dealer sesuai prosedur dengan pembayaran kontan, akan tetapi serah terima motor kepada lembaga itu belum sempurna atau tidak terjadi, misalnya: Lembaga itu membeli motor dari dealer dengan pembelian yang nyata, akan tetapi ketika sebelum barang diserah terimakan dan motor masih di show room dealer lembaga tersebut sudah melakukan akad penjualan motor dengan pembeli yang akan membayarnya secara cicilan. dalam salah satu riwayat disebutkan:


عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: ابْتَعْتُ زَيْتًا فِي السُّوقِ، فَلَمَّا اسْتَوْجَبْتُهُ لِنَفْسِي، لَقِيَنِي رَجُلٌ فَأَعْطَانِي بِهِ رِبْحًا حَسَنًا، فَأَرَدْتُ أَنْ أَضْرِبَ عَلَى يَدِهِ، فَأَخَذَ رَجُلٌ مِنْ خَلْفِي بِذِرَاعِي فَالْتَفَتُّ، فَإِذَا زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ، فَقَالَ: لَا تَبِعْهُ حَيْثُ ابْتَعْتَهُ، حَتَّى تَحُوزَهُ إِلَى رَحْلِكَ، «فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ تُبَاعَ السِّلَعُ حَيْثُ تُبْتَاعُ، حَتَّى يَحُوزَهَا التُّجَّارُ إِلَى رِحَالِهِمْ». أخرجه أبو داود رقم 3499.قال عنه الألباني:حسن لغيره


Dari ِAbdullah bin Umar radhiyaalhu anhuma, ia berkata: Pada suatu saat saya membeli minyak di pasar, dan ketika saya telah selesai membelinya, ada seorang lelaki yang menemuiku dan menawar minyak tersebut, kemudian ia memberiku keuntungan yang cukup banyak, maka akupun hendak menyalami tangannya (melakukan persetujuan akad), tiba-tiba ada seseorang dari belakangku yang memegang lenganku. Maka akupun menoleh, dan ternyata ia adalah Zaid bin Tsabit, Kemudian ia berkata: “Janganlah engkau jual minyak itu di tempat engkau membelinya hingga engkau pindahkan ke tempatmu, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari menjual kembali barang di tempat barang tersebut dibeli, hingga barang tersebut dipindahkan oleh para pedagang ke tempat mereka masing masing.” HR. Abu Daud no.3499. Al-Albani mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada model transaksi kredit halal yang melibatkan 3 pihak seperti ini. silahkan buka link berikut http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/membeli-laptop-dengan-di-angsur-harian.html untuk mengetahui lebih lanjut salah satu contoh kredit yang melibatkan 3 pihak yang diperbolehkan.


والله تعالى أعلم

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com