SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Islam Membolehkan Taruhan Pacu Kuda?Bukankan Itu Mengarah Ke Perjudian?


Ikhwan
7 years ago

asslmlkm,
ustadz kemarin sy membaca sebuah artikel muslim. benarkah islam membolehkan taruhan utk, pacu kuda, unta, lomba lari dan memanah? klw benar.... buknkh itu mengarah keperjudian dgn salah satu pihak akn dirugikan? mohon penjlsn ustdz..
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda menerangkan perlombaan yang pemenangnya boleh diberi hadiah:


لَا سَبَقَ إِلَّا فِي خُفٍّ أَوْ فِي حَافِرٍ أَوْ نَصْلٍ


Tidak ada perlombaan kecuali dalam hewan yang bertapak kaki, yang berkuku serta memanah."HR. Abu Daud no.2574 dan Tirmidzi no.1700 dan Nasa'i no.3585. Dishahihkan oleh Al-Albani.

Al-Khottobi memberi penjelasan hadits di atas:
Hadiah dan pemberian hanya diberikan pada perlombaan kuda, unta dan yang sejenisnya, dan pada Mata panah, yaitu melempar (maksudnya adalah memanah.pen). Ini karena perkara-perkara tadi bertujuan untuk persiapan dalam memerangi musuh, dan pemberian hadiah tersebut sebagai penyemangat dan pendorong dalam berjihad.
Ma'alim As-Sunan oleh 2/255

Perlu difahami bahwa hadiah (yang dibolehkan) yang diberikan pada pemenang di perlombaan-perlombaan di atas adalah hadiah dari pihak ketiga (bukan dari peserta lomba).

Yang dibolehkan juga adalah bila hadiah berasal dari salah satu peserta lomba saja. Bila lawan dari pemberi hadiah tersebut menang maka ia berikan kepada lawannya, akan tetapi bila ia yang menang maka ia tidak mendapatkan hadiah dari lawannya.

Apabila hadiah adalah kumpulan sesuatu yang berharga dari masing-masing peserta dan hasil kumpulan itu akan diberikan kepada pemenang saja maka mayoritas ulama' berpandangan bahwa itu tidak boleh, kecuali bila ada muhallil yang berpartisipasi dalam lomba.

Muhallil adalah orang yang ikut dalam lomba, dia tidak membayar apa pun, akan tetapi bila ia menang maka ia mengambil hadiah yang tersedia. Perlu diketahui bahwa kemampuannya setara dengan yang lain.

Dari sini bisa difahami bahwa format yang demikian ini tidaklah sama dengan judi dan adu nasib, karena masing-masing peserta judi biasanya mengeluarkan uang atau barang berharga untuk bisa terlibat dalam permainan atau perlombaan, dan ia bisa jadi menang atau sebaliknya, menjadi kalah.

Perlu diketahui juga, bahwa bila para penonton perlombaan saling bertaruh dan mendukung jagoannya, kemudian bila jagoannya menang maka ia mendapatkan uang, akan tetapi bila jagoannya kalah maka uang taruhannya diberikan kepada bandar atau penonton yang jagoannya menang maka ini jelas termasuk judi.

Pembahasan di atas hanya berkaitan dengan tiga perlombaan di atas (atau yang sejenis dengan perlombaan di atas) dan bukan semua perlombaan, ini berdasarkan hadits yang telah disebutkan di awal pembahasan.

Adapun perlombaan lari, maka kami tidak mengetahui adanya dalil yang menunjukkan dibolehkannya memberikan hadiah kepada pemenang lomba tersebut. Yang kami ketahui lomba lari dibolehkan bila tidak ada hadiah untuk pemenangnya.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com