SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Fiqih


Ikhwan
9 years ago

Assalamualaikum
Afwan say mau tanya hadist tentang menjaharkan dan mensrkan bismillah dalam shalat kan sama-sama shohih mana yang kita aplikasikan?

kemudian bagaimana hukum berdoa berjamaah baik sesudah shalat atau dalam acara-acara tertentu?

Syukron....
Redaksi SalamDakwah
9 years ago

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Masalah pertama:
Ibnu Taimiyah menukil perkataan Imam Ad-Daruqutni, ketika memasuki mesir beliau diminta untuk mengumpulkan hadits-hadits yang menerangkan bahwa Rasul shallallahu alaihi wa sallam membaca Basmalah secara jahr (keras) maka beliaupun mengumpulkannya, kemudian beliau ditanya: apakah ada hadits shahih mengenai itu? beliau menjawab(terjemahnya): yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka tidak ada, adapun yang diriwayatkan dari sahabat maka ada yang shahih dan ada yang Dhaif (lemah.pen) (Al-Ikhtiyarot Al-Fiqhiyah oleh Ibnu Taimiyah hal.417 )

Ibnu Taimiyah membahas panjang masalah ini dan menekankan lemahnya pendapat yang mengatakan bahwa Rasul shallallahu alaihi wa sallam selalu Jahr dalam membaca Basmalah. Kesimpulannya bahwa aslinya Basmalah tidak dibaca Jahr akan tetapi saat-saat tertentu boleh dibaca Jahr seperti untuk pengajaran kepada Makmum. Lih. Al-Fatawa Al-Kubro oleh Ibnu Taimiyah juz.2 hal.166 -181

Masalah kedua:

Berikut terjemahan dari petikan fatwa syaikh Ibnu Baz:
Do’a bersama setelah selesai shalat wajib atau selainnya yakni diluar shalat adalah perkara bid’ah dan tidak memiliki dasar. Hendaknya seseorang kalau mau berdo’a dia berdo’a sendirian atau dia berdo’a kemudian saudara-saudaranya mengamini. (Fatwa Nur ala Ad-Darb oleh syaikh Ibnu Baz juz.9 hal.170) lihat juga Fatwa syaikh Utsaimin http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_2745.shtml

Detailnya:
Doa bersama dengan cara sama-sama mengucapkan do’a dalam satu suara tidaklah disyariatkan. Akan tetapi jika setiap orang berdoa masing-masing tapi kemudian terbentuklah satu suara tanpa kesengajaan maka ini tidak apa-apa.

Kalau dengan sengaja membentuk satu nada dan satu suara sejak mulai hingga selesai maka ini tidak ada dasar dan dalilnya. (lih. Fatawa Nur Ala Ad-Darbi oleh syaikh Ibnu Baz juz.9 hal.140)

Adapun jika Imam berdoa setiap selesai shalat kemudian makmum mengamini maka orang yang melakukan ini dimintai dalil kalau tidak ada dalil sahih dan tegas mengenai ini maka amalan ini tertolak karena penentuan ini termasuk Ibadah dan Ibadah memerlukan dalil. Komisi Fatwa Saudi tidak mengetahui adanya dalil untuk amalan ini. (Lih. Fatwa Lajnah Daimah di kitab Al-Fatawa Al-Islamiah juz.4 Hal.179)
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com