SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Usaha Membuat Boneka dan Penggunaan Foto (Kami Belum Punya Modal Untuk Beralih Usaha)


Ikhwan
7 years ago

assalamu'alaikum...
afwan ustad suami ana sdh tdk bekerja krn habis kontrak kurang lebih sudah 3 thn saat ini ana dan suami memcoba usaha boneka dan cetak foto untuk d tempel d boneka untuk menyambung hidup ana mau tanya hukum usaha membuat boneka dan penggunaan foto untuk d cetak ke boneka tersebut soalnya ana pernah denger larangan mencetak makhluk hidup ana dan suami bingung krn saat ini yang baru bisa ana dan suami jalankan hanyalah itu dan baru berjalan 2 minggu kl hrs ganti usaha modalnya belum ada ...mohon penjelasannya ustad syukronl
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kami sarankan Anda mengganti usaha Anda dengan yang lebih jelas kehalalannya, seperti membuat mainan anak-anak yang tidak berbentuk makhluq hidup dan mencetak foto yang bukan foto makhluq hidup.

Memproduksi boneka yang mirip dengan makhluq yang bernyawa dikhawatirkan termasuk dalam perbuatan menyaingi Allah ta'ala dalam penciptaan (yang terlarang), dalam hadits Qudsi disebutkan:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِى ، فَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً ، أَوْ لِيَخْلُقُوا حَبَّةً أَوْ شَعِيرَةً.

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Siapakah yang lebih zholim daripada orang yang mencipta seperti ciptaan-Ku. Coba mereka menciptakan semut kecil, biji atau gandum (jika mereka memang mampu.pen)! ” HR. Bukhari no.5953 dan Muslim no.7559

Di sisi lain, memfoto dan mencetak gambar makhluq hidup dikhawatirkan termasuk dalam perbuatan yang mengakibatkan siksaan. Syaikh Ibnu Baz berkata:
Menggambar (makhluq yang memiliki ruh.pent) tidak boleh, baik itu dengan tangan atau dengan selain tangan (seperti kamera.pent), menggambar (makhluq yang memiliki ruh.pent) seluruhnya adalah perbuatan mungkar..Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون

Manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah para pelukis.
Majmu' fatawa Ibnu Baz 28/337

Kami berempati terhadap apa yang Anda dan suami alami dalam masalah kesulitan mencari nafkah, meski demikian kami tidak bisa merubah hukum yang kami ketahui hanya berdasarkan perasaan dan rasa kasihan. Insyaallah apabila Anda meninggalkan usaha yang mengandung penyelisihan terhadap dalil dalam rangka ikhlas lillahi ta'ala dan bertakwa kepadanya niscaya Allah ta'ala akan memberikan jalan keluar yang halal. Allah ta'ala berfirman dalam surat Ath-Tholaq ayat dua dan tiga:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣

2……Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.

3. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Meski demikian, kadangkala Allah ta’ala menguji hambanya dengan menunda rizkinya ketika ia meninggalkan pekerjaannya yang menyelisihi syariat. dan jika itu terjadi hendaknya dia bersabar dan bertawakkal karena dia pasti akan dapat pahala dan balasan jika dia melakukan ini karena Allah ta’ala, baik balasan itu di dunia dan di Akhirat.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com