SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Melihat Aurat Wanita dan Makan-Minum Setelah Berwudhu


Ikhwan (Jakarta)
7 years ago

Assalamualaikum salamdakwah.. ana mau tanya.. pembatal2 wudhu.. jika ana wudhu dari rumah trus jalan ke Masjid yang agak jauh.. kadang ada di depan mata itu Akhwat2 yang terbuka Auratnya. Apakah wudhu kita itu batal? dan apakah makan dan minum dapat membatalkan wudhu? sukron ya salam dakwah atas jawabannya.. jazakallah khoir..
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Melihat aurat wanita tidaklah membatalkan wudhu, baik itu dengan sengaja atau tidak sengaja, begitu pula minum dan makan selain daging unta. Berikut ini petikan fatwa syaikh Utsaimin berkenaan dengan pembatal-pembatal wudhu:

1. Sesuatu yang keluar dari Qubul dan Dubur membatalkan wudhu, baik itu berbentuk kencing, kotoran, madzi, mani dan angin...

2. Tidur pulas yang menjadikan orang yang tertidur tidak menyadari bahwa ia berhadats, adapun bila tidurnya ringan, di mana ia bisa merasakan bila ia berhadats maka ketika itu wudhunya tidaklah batal...

3. Memakan daging unta. jika seseorang memakan daging unta, baik itu unta betina atau jantan maka batal lah wudhunya,baik daging itu di konsumsi dalam keadaan mentah atau matang...Majmu' fatawa Wa Rasail Al-Utsaimin 11/197


Melihat aurat wanita dengan sengaja meskipun tidak membatalkan wudhu tapi itu adalah perbuatan dosa, dan sangat disayangkan apabila orang yang telah berwudhu sengaja melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah ta'ala, sebab ia menjadikan matanya berzina setelah sebelumnya dosa dari matanya telah berguguran bersamaan dengan wudhunya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ تَوَضَّأَ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ فِيهِ وَأَنْفِهِ، فَإِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ وَجْهِهِ، حَتَّى يَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَشْفَارِ عَيْنَيْهِ، فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ يَدَيْهِ، فَإِذَا مَسَحَ بِرَأْسِهِ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ رَأْسِهِ، حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ أُذُنَيْهِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ رِجْلَيْهِ، حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ رِجْلَيْهِ، وَكَانَتْ صَلَاتُهُ وَمَشْيُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ نَافِلَةً»


"Barangsiapa berwudlu lalu berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung, maka dosa-dosanya akan keluar dari mulut dan hidungnya. Jika membasuh wajahnya maka dosa-dosanya akan keluar dari wajahnya hingga akan keluar dari ujung bulu matanya. Jika membasuh kedua tangannya maka dosa-dosanya akan keluar dari kedua tangannya. Jika mengusap kepalanya maka dosa-dosanya akan keluar dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya. Jika membasuh kedua kakinya maka dosa-dosanya akan keluar dari kedua kakinya hingga keluar dari bawah kukunya. Sedangkan shalat dan jalannya menuju masjid adalah nafilah baginya. HR. Ibnu Majah no.282. Dishahihkan oleh Al-Albani


وبالله التوفيق

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com