SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Siapakah yang Perlu Dijaga Silaturahimnya? Silaturahim Kepada Teman dan Tetangga?


Akhwat (Jakarta)
7 years ago

Assalamualaikum ustadz,

Kepada siapa saja kah kita harus menjaga silaturahim? apakah teman-teman, tetangga termasuk yang harus kita jaga silaturahimnya ? Apakah kita berdosa karena kesibukan ( kerja pagi pulang sore) sehingga jarang bertetangga ( tidak akrab).

Syukron atas jawaban ustadz,

Salam
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Pengertian Silaturrahim:
Imam nawawi menulis pengertian shilaturrahim sebagai berikut (terjemahannya) : 
Silaturrahim adalah berbuat baik kepada kerabat sesuai dengan yang menyambung dan yang disambung (dalam silaturrahim),kadang dengan harta,kadang dengan pelayanan,kadang dengan kunjungan dan salam serta yang lainnya. Syarh sohih muslim oleh imam Nawawi juz 2 hal 201

Cara Bersilaturrahim:
Syaikh Utsamin menerangkan: Silaturrahim terlaksana sesuai dengan adat dan yang diikuti oleh orang-orang, karena di Qur’an dan Sunnah belum dijelaskan macam dan jenis dan ukurannya, Rasul Shallallahu alaihi wa sallam juga belum membatasi dengan batasan tertentu, (tapi ini terbatas pada adat orang islam bukan adat orang kafir.pen).
http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18186.shtml

Orang yang Kita Sambung Tali Silaturrahimnya:

صلة الرحم terdiri dari dua kata صلة (menyambung) dan رحم (sanak) 
رحم bentuk pluralnya أرحام

Syaikh Bin Baz menjelaskan pengertian arham (terjemahan bebas) : 
Arham adalah kerabat dari jalur ibu dan jalur bapak.bapak,ibu,kakek dan nenek adalah termasuk arham.anak-anak dan cucu laki-laki atau perempuan dari jalur putra atau putri juga arham,begitu juga saudara atau saudari dan anak-anak mereka.tidak ketinggalan saudara ayah atau ibu dan anak-anak mereka termasuk arham.(selesai). http://www.binbaz.org.sa/mat/9326 

Pembahasan Tentang Tetangga:

Apabila Tetangga masih termasuk keluarga yang wajib kita sambung tali silaturrahimnya maka kita memperlakukannya sebagaimana keluarga lainnya, termasuk dalam masalah silaturrahim.

Apabila mereka bukan termasuk keluarga yang kita wajib bersilaturahim kepadanya maka bukan berarti kita boleh untuk tidak berhubungan dengannya. Kita wajib berbuat baik kepada tetangga, termasuk berhubungan baik denganya, diantara dalilnya adalah:
Firman Allah ta'ala di surat An-Nisa' ayat 36:


وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا


Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam


مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ.


"Jibril senantiasa berwasiat kepadaku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris."HR. Bukhari no.6015 dan Muslim no.2624. Lafadz hadits adalah lafadz Bukhari

Berdasarkan dua nash diatas bisa kita simpulkan bahwa berbuat baik kepada tetangga adalah termasuk kewajiban seorang muslim, dan berbuat baik termasuk menjaga hubungan dengannya.

Di sisi lain, sepanjang pengetahuan kami, mencari nafkah juga merupakan suatu kewajiban atas kepala keluarga, bahkan itu lebih utama. Dua kewajiban di atas bisa digabung dan dikompromikan insyaallah meski sama-sama sibuk dalam mencari nafkah. Diantara caranya adalah: mengucap salam, menyapa dan berbicara singkat ketika bertemu (bila banyak kesibukan). Meskipun durasi komunikasi dengan tetangga pendek, akan tetapi bila itu teratur dan sering dilakukan , insyaallah itu akan menjaga hubungan baik dengan tetangga dan menjaga perasaannya, apabila tetangga tahu bahwa banyaknya pekerjaan menuntut kita untuk berbicara singkat dengannya insyaallah ia memaklumi pendeknya komunikasi dengannya.

Jadikanlah keikhlasan kepada Allah ta'ala dan kecintaan kepada sesama muslim sebagai landasan amalan ini, sebab, biasanya apa yang bersumber dari hati akan masuk ke hati, dan apa yang bersumber hanya dari lisan dan dhohir prilaku tidak akan lama bisa mempertahankan hubungan baik.

Semoga Allah ta'ala mengaruniakan keikhlasan untuk hati kita dan menunjuki kita sunnah Nabi-Nya sehingga amalan kita akan diterima oleh Nya.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com