SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bagaimana SIkap Istri Jika Sering Dipukul Suami?


Akhwat
6 years ago

?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????

Ust bagaimanakah sebaiknya sikap seorang istri yg sering di pukul oleh suaminya dikarenakan emosi sesaat atau krn hal2 kecil,padahal si istri sudah mengerjakan semua kewajibannya bahkan dia juga membantu mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jazakallah
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

Perlu diketahui bahwa suami boleh memukul istrinya ketika nasehat dan boikot diranjang sudah tidak bisa meluruskan istri yang telah berbuat salah. Allah ta'ala telah berfirman:


وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا


Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. An-Nisa':34
Nusyuz di sini maknanya: Istri yang tidak melaksankan apa yang menjadi kewajibannya terhadap suaminya.
Pukulan yang dibolehkan pun tidak boleh pukulan yang melukai, mematahkan, atau membahayakan. Lih. Fatwa syaikh Ibnu Baz
Ini jika istri melakukan pelanggaran syar'i. Apabila istri tidak berbuat pelanggaran tapi tetap dipukul oleh suami maka suami telah berbuat dosa.


Apabila istri telah menasehati suami yang berbuat dosa tersebut, dan pihak ketiga pun juga sudah memberikan masukan, akan tetapi suami masih terus melakukan perbuatan yang sangat tercela tersebut maka istri boleh meminta cerai. Apalagi sampai pukulan tersebut mematahkan tulang istri atau menimbulkan bahaya yang setara dengan itu. Dalam salah satu riwayat disebutkan:


أَنَّ الرُّبَيِّعَ بِنْتَ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ، أَخْبَرَتْهُ: أَنَّ ثَابِتَ بْنَ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ ضَرَبَ امْرَأَتَهُ فَكَسَرَ يَدَهَا، وَهِيَ جَمِيلَةُ بِنْتُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيٍّ، فَأَتَى أَخُوهَا يَشْتَكِيهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى ثَابِتٍ فَقَالَ لَهُ: «خُذِ الَّذِي لَهَا عَلَيْكَ وَخَلِّ سَبِيلَهَا»، قَالَ: نَعَمْ، فَأَمَرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَتَرَبَّصَ حَيْضَةً وَاحِدَةً، فَتَلْحَقَ بِأَهْلِهَا


Bahwa Ar Rubayyi' binti Mu'awwidz bin 'Afra telah mengabarkan kepadanya, bahwa Tsabit bin Qais bin Syammas memukul isterinya hingga mematahkan tangannya, yaitu Jamilah binti Abdullah bin Ubay. Saudaranya (Jamilah) lalu datang mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang kepada Tsabit dan berkata kepadanya: "Ambillah apa yang menjadi haknya atas dirimu dan lepaskan dia!" Tsabit lalu berkata, Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas menyuruh Jamilah untuk menunggu (Iddaah) dalam durasi satu kali haid sebelum kembali kepada keluarganya. HR. An-Nas'i no.3497 Dishahihkan oleh Al-Albani


وبالله التوفيق

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com