SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Minta Jatah Dari Gaji Istri Karena Haknya Sebagai Suami Tidak Terpenuhi Disebabkan Kesibukan Istri?


Akhwat (bogor)
8 years ago

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz, ana mau bertanya bila ada seorg istri yg bekerja dan dari hasil kerjanya utk menafkahi keluarga serta membeli rumah,kendaraan dll sementara selama menikah suami tdk pernah memberi nafkah, apakah harta ini milik istrinya saja atau ada hak suami? Bgmn bila suami mengatakan pd si istri bahwa harta tsb ada haknya suami krn istrinya bekerja atas ijinnya dan selama bekerja tsb istri tdk dpt melayani suami sepenuhnya (ada hak suami yg dilalaikan istri). Bgmn istri menyikapi hal tsb. Mohon jawaban ustadz. Jazakallah khoir.
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila pekerjaan yang dijalalani oleh istri tidak menyelisihi syariat, maka ia telah berbuat baik kepada keluarganya, sebab ia menafkahi keluarganya saat suami tidak bekerja. ِAdapun mengenai jatah suami dari gaji istrinya, berikut ini keterangan syaikh Utsaimin berkenaan dengan perkara tersebut yang kami terjemahkan:
Seseorang wajib untuk berinfak kepada keluarganya (kepada istri dan anaknya)dengan baik, meski istrinya adalah orang kaya.....apabila istri, sebelumnya menjadi guru, dan ia mensyaratkan (sebelum atau saat akad.pen) agar suami mengizinkannya untuk mengajar, maka suami tidak berhak untuk mengambil gajinya, baik itu setengah, lebih dari itu atau kurang dari itu. Gajinya adalah miliknya, selama hal itu telah disyaratkan saat akad dan suami rela dengan persyaratan tersebut. Kala itu suami tidak boleh melarangnya untuk mengajar dan tidak boleh pula mengambil gajinya sedikitpun.

Apabila istri belum mensyaratkan agar suami mengizinkannya untuk mengajar, kemudian ketika menikah suami berkata jangan mengajar, maka di sini keduanya boleh membuat kesepakatan sekehendak mereka, maksudnya: Misalnya suami boleh berkata: Aku membolehkanmu mengajar dengan syarat aku memperoleh setengah, sepertiga, tiga perempat, seperempat atau yang semisalnya dari gajimu, sesuai dengan kesepakatan. http://www.islamqa.info/ar/ref/126316

Apabila memang istri merasa kesepakatan yang dibuat sangat merugikannya, di mana suami meminta prosentase yang tinggi dari gaji istri, dan suami berdalil bahwa hak suami telah diabaikan karena istri bekerja maka saran kami istri berhenti bekerja dan meminta suami berinfaq memenuhi kebutuhan keluarga.


Kami berpendapat bahwa suami yang disebutkan penanya (apabila benar kisah yang telah disebutkan) adalah suami yang tidak tahu diri, suami yang lalai dari kewajibannya, dan suami yang pandai bersilat lidah. Dia menekankan pentingnya hak suami tapi lupa (atau pura-pura lupa) bahwa ia berkewajiban untuk menafkahi keluarganya.

Semoga Allah ta'ala menyadarkan suami tersebut dan memberinya petunjuk sehingga ia mau melaksanakan kewajibannya sebagai seorang kepala rumah tangga sehingga istrinya bisa berdiam di rumah memenuhi hak suami dan anak-anaknya dan tidak perlu susah-susah untuk bekerja.

وبالله التوفيق
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com