SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kafirkah Dengan Rasa Senang Pada Maksiat ?


Ikhwan (depok)
7 years ago

Assalamualaikum ustadz,
saya ada pertanyaan:

apa maksud dari hadits amar ma'ruf di lafadz :

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

nah pada kalimat ذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ apa maksud dari lafadz hadits tsb?
apakah berarti orang muslim yg memang tidak mengingkari kemungkaran dgn hatinya, atau pun senang dgn kemungkaran & kemaksiatan ia dihukumi kafir meskipun ia tidak melakukan kemungkaran/ kemaksiatan tersebut?
karena dlm hadits disebutkan "dan itu adalah iman yg paling lemah".

jazakallahukhairan atas jawabannya.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Petikan Hadits Rasul shallallahu alaihi wa sallam:

وذلك أضعف الإيمان

Imam An-Nawawi menafsirkannya dengan: Iman yang paling sedikit buahnya wallahu a'lam. An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj, Dar Ihya' At-Turats Al-Arabi, Beirut 1392 H, Juz 2, Hal. 25
Apa yang dituliskan oleh Imam Nawawi sangat beralasan karena iman manusia akan membuahkan hasil berbentuk perbuatan, baik itu perbuatan hati yang tidak nampak seperti kesabaran, atau perbuatan yang nampak, seperti sholat dan lain-lain.

Apabila seseorang melihat kemungkaran dan ia tahu bahwa hal tersebut terlarang dalam Islam, kemudian ia rela dalam hatinya serta menghalalkan perbuatan kemungkaran tersebut maka bisa jadi dia Murtad, sebab, ia telah melihat apa yang diharamkan oleh Allah ta'ala kemudian menghalalkannya.

وبالله التوفيق

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com