SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Meminta Sumbangan Untuk Pribadi dan Hukum Memberi Pengemis


Ikhwan
7 years ago

Mau tanya nih kalo ngsh uang ke pengemis itu gmna ya hukumnya? Terus bukannya memberi ke pengemis itu salah ya? Itu kan salah satu yg membuat dia menjadi males bekerja , terus itu termasuk infaq? Sodakoh atau apa yah? Tolong jawab yah pak/ibu makasih sebelumnya
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

Hukum Minta Sumbangan untuk Pribadi
Hukum asal meminta-minta untuk kepentingan pribadi adalah terlarang kecuali 3 orang yang disebutkan dalam hadits berikut:


يَا قَبِيصَةُ إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لَا تَحِلُّ إِلَّا لِأَحَدِ ثَلَاثَةٍ رَجُلٍ، تَحَمَّلَ حَمَالَةً، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَهَا، ثُمَّ يُمْسِكُ، وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ - أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ - وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُومَ ثَلَاثَةٌ مِنْ ذَوِي الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ: لَقَدْ أَصَابَتْ فُلَانًا فَاقَةٌ، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ - أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ - فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبِيصَةُ سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا.أخرجه مسلم 1044


“Wahai Qabiishah! Sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal, kecuali bagi salah satu dari tiga orang: (1) seseorang yang menanggung beban(seperti hutang orang lain.pent), ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya, kemudian berhenti, (2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan (3) seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya mengatakan, ‘Si fulan telah ditimpa kesengsaraan hidup,’ ia boleh meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain untuk ketiga hal itu, wahai Qabishah! Adalah haram, dan orang yang memakannya adalah memakan yang haram”. HR. Muslim no.1044


Dan sungguh perbuatan meminta sumbangan dll yang bukan didorong oleh kebutuhan mendesak adalah perbuatan yang tercela. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ، فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ.أخرجه أحمد رقم 17508.قال عنه الألباني صحيح لغيره, انظر صحيح الترغيب والترهيب 1/196


barang siapa meminta-minta tanpa bukan karena kebutuhan (pokok.pent) maka dai seperti memakan bara api. HR. Ahmad no.17508. Syaikh Albani mengomentari hadits tersebut: Shohih lighoirihi, lih. Shohoh At-Targhib wa At-Tarhib 1/196


Sikap Jika Ada Orang Yang Meminta-Minta
Berikut ini keterangan syaikh Ibnu Baz yang kami terjemahkan:
Sunnahnya adalah memberi pengemis kecuali jika Anda tahu bahwa ia berbohong dan ia kaya. Ketika itu nasehatilah dia dan jangan beri dia. Katakan padanya bertakwalah kepada Allah ta'ala ini tidak diperbolehkan. Adapun jika engkau mengetahui bahwa ia fakir atau keadaan sebenarnya tidak tahu maka sunnahnya engkau memberinya berdasarkan firman Allah ta'ala dalam menshifati kaum mu'minin.


وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ


Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Adz-Dzariyat:19. http://www.binbaz.org.sa/mat/13980


وبالله التوفيق

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com