SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bentuk-bentuk Harta Haram? Bagaimana Sikap Kita Terhadap Harta Haram?


Ikhwan
8 years ago

Assalamualaikum, wr wb..
Mau tanya, misalnya kita mendapatkan rezeki yg haram, yg haram itu berupa (fisik) uangnya atau nilai dari harta yg kita miliki? Kemudian caranya menghilangkan rezeki yg haram dari rezaki kita yg tadi itu bagaimana? Apakah dg cara membelanjakan uang tersebut, atau dg bersedekah sehingga harta kita menjadi bersih?
Terima kasih sebelumnya..
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Harta haram yang diperoleh oleh seseorang bisa jadi haram secara dzatnya atau tidak haram secara dzatnya, harta yang haram secara dzatnya seperti daging babi (tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memperolehnya begitu pula tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang diberi dari orang yang memperolehnya).

Adapun harta yang tidak haram secara dzatnya maka itu perlu didetailkan, berikut petikan fatwa syaikh Utsaimin yang kami terjemahkan:

Harta yang diperoleh oleh seseorang apabila terambil dari pemiliknya dengan paksaan, seperi: Dicuri, Dirampas, Dirampok atau yang semacamnya dan ia (pelaku.pen) tahu siapa pemilik barang tersebut maka ia wajib mengembalikan ke pemiliknya dalam keadaan apapun atau apapun hasilnya karena ini adalah hak khusus muslim yang diketahui barang dan pemiliknya...

Apabila pemiliknya tidak diketahui, karena (misalnya.pen) ia mengambil harta khalayak dan ia tidak mengetahui dengan pasti siapa mereka maka ketika itu ia mensedekahkan harta tersebut atas nama pemilik sebenarnya (dalam rangka berlepas diri dari harta yang tidak halal tersebut). Pemilik sebenarnya diketahui oleh Allah ta'ala, harta tersebut halal bagi yang disedekahi...
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=109617

Adapun harta yang diambil dari pemiliknya dengan tanpa paksaan tapi transaksi yang terjadi tidak sesuai syariat, seperti harta hasil Riba atau perjudian maka ini tidak boleh dimanfaatkan oleh orang yang memperolehnya dengan cara yang menyelisihi syariat tersebut. Ia harus menyalurkannya untuk kemaslahatan kaum muslimin secara umum.

Berikut ini petikan fatwa syaikh Utsaimin yang kami terjemahkan:
….Jadi tidak boleh seseorang bermuamalah dengan “ya nasib” (salah satu bentuk perjudian.pent)meskipun tujuannya akan menyalurkan apa yang ia peroleh di sektor kemaslahatan umum seperti memperbaiki jalanan, membangun masjid dan menolong orang yang berperang di jalan Allah ta'ala atau yang semacamnya...Fatawa Islamiah 4/442 Dar al-Wathon li an-Nasyr

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com