SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mana Yang Didahulukan Antara Ortu Dan Istri


Ikhwan (Sulawesi)
8 years ago

Assalamualaikum ...saya mau bertanya pak ustad,,,dalam hal segi materi saya masih belum mencukupi kebutuhan kel saya yng sdah mempunyai 1 orang anak dan istri,,untuk kebtuhan sebulannya kadang2 saya masih ngutang...tuk gaji saya setiap bulannya sudah dipotong 1/3 skitar 1,1 jt tiap bulannya selama 5 tahun semenjak thun 2009 sampai tahun 2014 sesuai masa lunas kredit disalah satu bank.. uang kredit tersebut dipakai oleh orang tua saya untuk usaha...cicilan setiap bulannya hanya beberapa kali orang tua yang ikut mencicilnya...smenjak tahun 2011 awal s/d skrang saya yang selalu bayar tanpa ada saya mebebankan kepada kedua orang tua saya...apa saya masih punya kewajiban membantu kedua orang tua saya dengan keuangan saya sekarang...dalam kondisi tertentu kadang2 saya kal ada rezki walau hanya sedikit saya tetap membantu kedua orang tua walau hanya tidak seberapa...kadangkala kal ada kegiatan keluar daerah sy berusaha smpatkan ketemu ma orang tua tuk kasih oleh2 tau apalah namanya yg pnting dia bsa bahagia...pertanyaan saya lagi siapa yang saya dahulukan tuk saya beri nafkah apakah anak istri saya tau kedua orang tua saya??terima kasih sbelumnya semoga jawabanya memebrikan percerahan pada saya wasssalam
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Setelah seorang laki-laki mencukupi kebutuhan dirinya sendiri ia seharusnya berinfaq atas Istri, anak-anak dan orang tuanya serta orang-orang yang berada di bawah tanggungannya. Ia juga seharusnya mencukupi kebutuhan mereka, namun apabila pendapatan yang ia perolah sedikit dan tidak mencukupi semua orang yang berada di bawah tanggungannya maka yang diutamakan adalah istri, kemudian anak, kemudian orang tua dan seterusnya, ini berdasarkan hadits:


ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا» يَقُولُ: فَبَيْنَ يَدَيْكَ وَعَنْ يَمِينِكَ وَعَنْ شِمَالِكَ


"Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa, maka untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang disekitarmu. HR. Muslim no.997

Ahlika pada hadits di atas bisa bermakna istri atau anak-anak dan kerabat, karena kerabat disebutkan setelahnya maka kerabat keluar dari makna ahlun yang disebutkan setelah berinfaq atas diri sendiri.

Setelah membawakan hadits di atas, imam Asy-Syaukani berkomentar: Apabila seseorang setelah berinfaq atas dirinya sendiri masih memiliki kelebihan maka ia wajib menginfaqkannya ke istrinya. Termasuk Ijma' ulama': Kewajiban seseorang untuk berinfaq atas istri, kemudian apabila masih berlebih maka ia menginfaqkannya ke kerabatnya. Asy-Syaukani, Nail Al-Awthor, Dar Al-Hadist, Mesir, 1413 H, Juz 6, hal.381


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com