SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum memakai nama belakang suami


Akhwat (Cibinong)
7 years ago

Assalamu'alaikum ustadz,

Saya mendapat pertanyaan dari teman tentang apakah boleh wanita memakai nama belakang suaminya setelah menikah. Ia menanyakan mengenai keshahihan hadits berikut:
Dalam ajaran Islam seorang istri tidak boleh menambahkan nama suaminya atau nama keluarga suaminya yang terakhir setelah namanya sebagaimana banyak terjadi kepada non-muslim berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (3508) bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wassalam bersabda: "tidaklah seseorang mendakwakan kepada selain ayahnya sedangkan dia mengetahuinya kecuali dia telah kafir, barangsiapa memiliki nasab dari mereka, maka hendaklah dia memesan tempat dalam neraka". Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda: "Barangsiapa yang menisbatkan dirinya kepada selain ayahnya, maka baginya laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya". HR Ibnu Majah (2599) dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami' (6104).Perbuatan ini merupakan tasyabuh (menyerupai) orang-orang kafir, karena tradisi yang tercela ini tidak pernah dikenal kecuali dari mereka.
jazakumullahu khairan katsir atas jawabannya
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Hadits-Hadits yang Anda bawakan derajatnya shohih Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «لَيْسَ مِنْ رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيهِ - وَهُوَ يَعْلَمُهُ - إِلَّا كَفَرَ،

"Tidaklah seorang laki-laki yang mengklaim orang lain sebagai bapaknya, padahal ia telah mengetahuinya (bahwa dia bukan bapaknya), maka ia telah kafir. HR. Bukhari 3508 dan Muslim no. 61


Ibnu Hajar menulis: Maksudnya (dari kekafiran tersebut.pen) adalah Barangsiapa menghalalkan hal itu padahal dia tahu keharamannya (maka dia kafir.pen), dan menurut riwayat terkenal maksudnya adalah Kufur nikmat, Dhohir lafadznya tidak dimaksudkan, akan tetapi itu hanya ditujukan untuk menunjukkan kerasnya perbuatan itu dan menakuti pelakunya. Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fath Al-Bari Jilid 6, Dar Al-Ma'rifah, Beirut, 1379 H, hal.540

Dalam riwayat lain disebutkan:

مَنِ انْتَسَبَ إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ تَوَلَّى غَيْرَ مَوَالِيهِ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ.

Barangsiapa yang menghubungkan nasabnya kepada selain ayahnya atau seorang budak mengaku sebagai budak kepada selain majikannya, maka laknat dari Allah, para malaikat dan manusia secara keseluruhan ditimpakan kepadanya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 2609 dan yang lainnya . Dishohihkan oleh Al-Albani di Misykatul Mashabih

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com