SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Shalat sendirian khusyu\' atau Berjama\'ah tapi tidak khusyu\'


Ikhwan (Palembang)
7 years ago

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَتُهُ

Afwan ustadz,sy ingin bertanya manakah yg lebih baik antara shalat sendiri yg khusyuk dgn shalat berjamaah di masjid tp kurang khusyuk..

Saat shalat sendirian sy merasa lebih tartil dan menghayati bacaan2 dlm shalat namun saat shalat berjamaah seringkali terjadi, blm slesai sy baca alfatihah namun imam sdh ruku', blm slesai bacaan ruku' imam telah slesai ruku' dst..

Hal ini menyebabkan sy lbh senang shalat sendirian di rmh..

Apa yg hrs sy perbuat menurut pandangan agama ustadz?? Karena sy tau,Baginda Rasul mengancam akan membakar rmh umatnya yg tdk shlat berjamaah di mesjid..

Jazakallah khairan.

Wassalamu'alaikum.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Kami menangkap bahwa inti permasalahan dari pertanyaan yang dibawakan adalah imam yang mungkin terlalu cepat dalam gerakan dan bacaannya sehingga makmum di belakangnya terpaksa tidak thuma'ninah dalam sholatnya, jadi permasalahannya bukan pada pensyariatan sholat berjama'ah.

Perlu kita fahami bersama bahwa apabila imam tidak Thuma’ninah dalam shalatnya sehingga ia tidak melakukan gerakan shalat dengan tepat dan sempurna maka shalatnya tidak sah dan wajib diulangi.

Makmum yang mendapati imamnya tidak thuma'ninah sampai gerakan sholatnya tidak bisa memenuhi standar terendah maka seharusnya ia mundur dan mencari jama'ah lainnya, dan bukan malah sholat sendiri di rumah. Ini berdasarkan riwayat shahih berikut:



عن رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي المَسْجِدِ يَوْمًا، قَالَ رِفَاعَةُ وَنَحْنُ مَعَهُ: إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ كَالبَدَوِيِّ، فَصَلَّى فَأَخَفَّ صَلَاتَهُ، ثُمَّ انْصَرَفَ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَعَلَيْكَ، فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» ، فَرَجَعَ فَصَلَّى، ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَقَالَ: «وَعَلَيْكَ، فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» ، فَفَعَلَ ذَلِكَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، كُلُّ ذَلِكَ يَأْتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَيَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«وَعَلَيْكَ، فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» ، فَخَافَ النَّاسُ وَكَبُرَ عَلَيْهِمْ أَنْ يَكُونَ مَنْ أَخَفَّ صَلَاتَهُ لَمْ يُصَلِّ، فَقَالَ الرَّجُلُ فِي آخِرِ ذَلِكَ: فَأَرِنِي وَعَلِّمْنِي، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ.أخرجه الترمذي رقم 302 صححه الألباني



Dari Rifaa’ah bin Raafi’ : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah duduk di dalam masjid pada suatu hari. Pada waktu itu kamu bersama beliau ketika datang seorang laki-laki Badui kepada beliau. Ia lalu shalat dengan cepat. (Setelah selesai.pent), lalu berpaling dan mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Hendaknya kamu kembali ulangi shalatmu, karena kamu belum shalat”. Ia pun mengulanginya sampai dua atau tiga kali, dimana setiap selesai shalat, ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan beliau pun menjawab : “Kembalilah ulangi shalatmu, karena kamu belum shalat”. Orang-orang menjadi khawatir dan menjadi besarlah perkara itu bagi mereka, bahwasannya barangsiapa yang paling cepat shalatnya, maka dianggap belum melakukan shalat. Orang tersebut berkata pada akhirnya : “Nasihatilah aku dan ajarkanlah kepadaku, karena aku hanyalah manusia yang kadang benar dan kadang pula salah”. HR. Tirmidzi no. 302. Dishahihkan oleh Albani

Dengan begini kita tahu akan urgensi dari thuma’ninah dalam shalat. Seandainya imam cepat dalam gerakan shalatnya tapi ia masih tetap bisa memberi setiap gerakan sholat haknya yang sesuai, serta bisa membaca dzikir dalam shalat meski Cuma 1 kali maka shalatnya sah dan bisa diikuti.

Seharusnya jama’ah masjid menasehati imam yang bermasalah dan tidak tinggal diam kala mendapati imam mereka tidak thuma’ninah dalam shalat mereka.


وبالله التوفيق

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com