SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bingung mengenai mahram


Ikhwan (salopa-tasikmalaya)
7 years ago

assalaamu'alikum
ust, ana masih bingung dgn yg namanya mahram.. apakah penjelasn mahram yg ada di surat annisa ayat 23 itu menunjukan mahram yg hnya tdak boleh mnikah saja atau yang namanya mahram itu mmperbolehkan utk bersentuhan.. apakah boleh seorng kakek menikahi cucunya, krena dalam ayat tsb tdak tercantum pengharaman kakek dgn cucu.?
syukron
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته



Allah ta'ala berfirman dalam surat an-Nisa' ayat 23:


حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاتُكُمْ وَبَنَاتُ الأخِ وَبَنَاتُ الأخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الأخْتَيْنِ إِلا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا


Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam ayat ini ada mahram yang diharamkan menikahinya untuk seterusnya dan ada yang diharamkan sementara.
Mahram yang dilarang menikahinya untuk sementara seperti saudari istri, karena saudari istri hanya diharamkan menikahinya ketika masih ada ikatan dengan istri. Apabila ia meninggal atau sudah menjadi mantan istri maka boleh menikahinya. Mahram semacam ini tidak bisa menjadi mahram kala safar, tidak boleh pula bersentuhan dengannya secara mutlak dan semisalnya.

Adapun mahram yang diharamkan menikahinya untuk selamanya seperti ibu, nenek, putri, cucu, saudari dan seterusnya.
Berikut ini beberapa keterangan syaikh Utsaimin rahimahullah yang kami terjemahkan:
1. Mahram seorang wanita adalah suaminya dan orang yang diharamkan menikahinya untuk selamanya.
Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 24/367, Dar al-Wathon wa Dar ats-Tsuroyya, cet. 1413 H

2. Seorang kakek dilarang menikahi cucunya karena kakek, buyut dan seterusnya ke atas sama dengan ayah. Lih. Ibid 24/369

3. Dan seorang laki-laki boleh bersalaman dengan wanita mahramnya. Boleh baginya bersalaman dengan saudarinya, tantenya, putri saudaranya dan putri saudarinya. Adapun mencium mahram maka ini tidak layak karena ciuman lebih dekat kepada fitnah dari pada bersalaman kecuali (yang dicium.pent) adalah putri atau ibunya, ini tidak apa-apa, Atau jika mahram itu sudah tua ...boleh menciumnya di kepala sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan. Ibid 16/276
Salaman ini dibolehkan jika tidak ada fitnah yang ditimbulkan, tapi apabila ada seorang laki-laki yang hatinya sakit dan terangsang dengan putrinya sendiri maka tentu saja hal tersebut tidak dibolehkan.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com