SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Berhutang untuk Aqiqah dan Aqiqah kala besar


Ikhwan (Jakarta)
7 years ago

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuhu ..

Perlu penjelasan mengenai aqiqah, di dalam kitab Zaadul Ma'ad yang saya pernah baca, aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 atau hari ke-14 atau hari ke-21. Pertanyaan saya :

1. Karena ini adalah sunnah, maka ada diantara teman2 yang mau melaksanakannya sekalipun terpaksa berhutang, karena biaya habis buat operasi caesar, rumah sakit dan lain-lain, bagaimana dengan hal ini?

2. Kalau menunggu sampai dapat rizki lebih, bagaimana kalau sudah lewat hari ke-21? apakah tetap melaksanakan aqiqah atau tidak?

3. Kalau masa lalu-nya orang tua tidak melaksanakan aqiqah, apakah tetap melaksanakan juga ?

Jakakumullah khairan katsiran ..

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuhu...
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Berikut ini kami terjemahkan 2 fatwa yang mengandung jawaban untuk pertanyaan Anda:

Pertama: fatwa syaikh Utsaimin yang berfaedah bagi para orang tua::

Pertanyaan:
Jika seseorang belum diaqiqahi waktu kecil apakah Aqiqah disyariatkan atasnya saat dia besar?

Jawaban:
Jika ayahnya adalah orang miskin waktu disyariatkannya Aqiqah maka Aqiqah tidak disyariatkan atasnya meski dia menjadi orang kaya setelah itu.
Sebagaimana seorang laki-laki jika dia fakir maka tidak wajib atasnya zakat meski dia kaya setelah itu.
Jadi kewajiban Aqiqah gugur karena ketidakmampuan.
Jika ayahnya kaya tapi tidak melaksanakan Aqiqah maka anak ini diaqiqahi meski sudah besar. Majmu' Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin 25/223 Dar al-Wathon dan Dar ats-Tsuroyya cet.1413 H

Kedua: Fatwa syaikh Ibnu Baz yang perlu diketahui oleh anak:

Pendapat pertama lebih kuat, yaitu pendapat yang mengatakan bahwa disunnahkan baginya untuk mengaqiqahi dirinya sendiri, karena Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkadah. Orang tuanya telah meninggalkan amalan tersebut maka dia (anak.pent) disyariatkan untuk melaksanakannya jika mampu. Ini berdasarkan keumuman hadits. Diantaranya, hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

الغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ، وَيُسَمَّى، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ». أخرجه الترمذي رقم 1522.صححه الألباني(انظر مشكاة المصابح 2/1208)

Setiap anak yang lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, diberi nama dan dipotong rambutnya.”
http://www.binbaz.org.sa/mat/8738

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com