SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Siapa yang menciptakan perbuatan jahat dan baik


Ikhwan
8 years ago

apakah perbuatan jahat dan baik ditentukan oleh Allah
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

Hamba dan perbuatannya diciptakan oleh Allah ta'ala, Dia berfirman:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ :الصافات:٩٦
 
Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".

Imam Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab Al-Hambali rahimahullah menulis dalam kitabnya:
Derajat kedua: sesungguhnya Allah menciptakan seluruh perbuatan hamba, seperti kekufuran, keimanan, ketaatan, kemaksiatan dan Dia berkehendak hal itu dari mereka, derajat ini ditetapkan Ahlussunnah wal jama'ah. Jami'ul Ulum wal Hikam. 1/103, Muassasah Ar-Risalah Beirut, cet ketujuh 1422 H

Meski demikian perlu diyakini bahwa Allah ta'ala tidak mendholimi hamba-Nya sedikitpun, Allah ta'ala tidak menciptakan perbuatan jahat supaya hamba yang berbuat itu masuk Neraka, akan tetapi masuknya seorang hamba ke Neraka dikarenakan amalannya sendiri dan bukan karena kedholiman Allah ta'ala kepadanya karena Allah adalah dzat yang maha adil.

Ada kaidah penting yang harus kita pegang bersama, yaitu: sebagai bentuk adab kepada Allah ta'ala, kita tidak boleh menyandarkan aib dan keburukan kepada Allah ta'ala. Adapun kebaikan maka kita harus menyandarkannya kepada Allah ta'ala karena hakikatnya memang Allah yang mengkaruniakan kebaikan tersebut kepada hamba-Nya.
Diantara dalil dalam masalah ini adalah kisah Musa dan Hamba Sholeh yang disebutkan dalam surat Al-Kahfi

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا (٧٩)وَأَمَّا الْغُلامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (٨٠)فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا (٨١

79. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.

80. Dan Adapun anak muda itu, Maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan Kami khawatir bahwa Dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.

81. Dan Kami menghendaki, supaya Rabb mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

Hamba Sholeh (Khidr) pada ayat tadi menyandarkan perusakan perahu kepada dirinya sendiri padahal itu untuk tujuan baik, yaitu supaya Allah mengganti dengan anak lain yang lebih baik dengan penyandaran kebaikan ( yaitu penggantian dengan yang baik) kepada Allah ta'ala.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com