SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pernyataan ustadz kondang mengenai sedekah


Akhwat (Jakarta)
7 years ago

Assalamualaikum,

Salah satu ustadz kondang dalam ceramahnya berbicara tentang sedekah yang pahalanya (pasti) akan terbalas sekian kali (berupa uang) dan dia menjamin 100% , apakah memang bila kita bersedekah kita akan dipastikan mendapatkan lipatan kali uang yang kita sedekahkan (berupa materi) , dan apakah boleh kita bersedekah dengan niat mendapatkan balasan uang/materi yang berkali-kali. Misal hari ini saya bersedekah Rp 100Ribu dengan niatan Allah akan memberi saya Rp. 1 Jt. Demikian seterusnya...Apakah ini dibenarkan?
Mohon penjelasannya.

Syukron
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Amalan syar’i yang dikerjakan seorang hamba ada dua macam:

Amalan pertama:
Amalan yang tidak disebutkan oleh Allah ta’ala atau Rasulnya shallallahu alaihi wa sallam memiliki balasan dunia, misalnya shalat fardhu. Dalam amalan semacam ini, seorang hamba tidak boleh menginginkan balasan dunia sedikitpun ketika melaksanakan ini.
Jika dia melaksanakannya Ikhlas karena Allah ta’ala tapi dengan tujuan untuk mendapatkan Rizki maka ini termasuk Syirik kecil.


Amalan kedua:
Amalan yang disebutkan oleh Allah ta’ala atau Rasulnya shallallahu alaihi wa sallam memiliki balasan dunia, misalnya silaturrahim. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من سره أن يبسط له في رزقه، أو ينسأ له في أثره، فليصل رحمه. أخرجه البخاري رقم 2067 و مسلم رقم 2557

Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”

Dalam amalan semacam ini, seorang hamba boleh menyertakan niat dunia dengan catatan tetap Ikhlas (ibadah hanya untuk Allah) dan mengharapkan pahala akhirat, Surga serta ingin menjauh dari neraka.

Seandainya seorang hamba ketika melaksanakan amalan semacam ini ikhlas karena Allah ta’ala tapi hanya mengharap pahala dunia dan tidak mengharap pahala Akhirat maka dia Jatuh dalam kesyirikan kecil.
Lih. At-Tamhid Li syarhi Kitab At-Tauhid oleh syaikh Shaleh bin Abdul Azis Aalu Syaikh hal.406-407


Adapun Shodaqoh maka itu masuk dalam jenis kedua, Allah ta’ala berfirman:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ (البقرة:٢٧٦)
Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa

Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani menafsirkan
وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ
Allah menambahi harta yang dikeluarkan zakatnya. Fathul Qadir 1/340 Dar Ibnu Katsir dan Dar Al-Kalim Ath-Thoyyib, cet pertama 1414 H

Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Ghunaiman mengatakan dalam penjelasannya mengenai masalah Tauhid: dan begitu pula orang yang bershadaqah, dia tidak boleh bershadaqah jika dia hanya mengharap supaya hartanya banyak, badannya sehat, atau orang sakit sembuh.
http://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=FullContent&audioid=%20140468

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com